Connect with us

Zona Wakil Rakyat

Kegiatan kerja dan kehadiran minim, Anggota DPRD Sulut ramai-ramai pilih terbang

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Meski kegiatan kerja dan kehadiran anggota dewan di kantor DPRD Sulawesi Utara masih minim, namun aktifitas perjalanan dinas para anggota dewan mulai padat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Zonautara.com, Komisi III Bbidang Pembangunan menjadi alat kelengkapan dewan (AKD) pembuka perjalanan dinas ke luar daerah, yakni ke Bandung, Jawa Barat pada pekan lalu.

Sedangkan pekan ini, Komisi II Bidang Keuangan dan Perekonomian juga menjalankan tugas penting mereka ke Jakarta.

Sebelumnya, Komisi II di bawah pimpinan Ketua Cindy Wurangian melaksanakan rapat dengar pendapat dengan ASPERINDO (Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia), terkait dengan keluhan mereka atas harga jasa pengiriman cargo naik.

Komisi IV juga ikut melakukan aktifitas terbang mereka, yakni ke Propinsi Banten, tepatnya kunjungan kerja ke Puskesmas Cipondoh Tangerang.

Mereka ingin melihat sistem rujukan pelayanan kesehatan dan Kementerian Pendidikan RI terkait dengan tunjungan guru SMA dan SMK.

Sebelumnya Komisi IV berkegiatan sidak ke rumah-rumah sakit dan Puskesmas terkait DBD. Sayangnya hanya satu anggota dewan yang muncul melakukan sidak, sedangkan 11 anggotanya tidak tampak.

Akan tetapi, menurut Sekretaris DPRD Bartolomeus Mononutu melalui Kasub Humas Maxi Tenda, Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum hanya akan beraktifitas dalam daerah.

“Komisi I akan menggelar pertemuan dengan Pangdam XIII,” ungkap dia, Selasa (22/1/2018) lalu. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

KABAR SULUT

Lumentut sebut TIFF harus berdampak bagi masyarakat

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.comWakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019.

Namun begitu, Lumentut berharap, perhelatan TIFF diharapkan bisa memberikan dampak postif bagi kesejahteraan masyarakat.

Artinya, kata dia, TIFF jangan hanya menjadi gelaran seremonial dan menghabiskan anggaran, serta tidak berdampak baik kepada masyarakat Kota Tomohon.

“Jadi, saya harapkan itu berdampak baik bagi masyarakat Kota Tomohon dan dapat memberi peningkatan pendapatan kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (5/8/2019).

Menurut Lumentut, TIFF merupakan salah satu program yang dapat menunjang pariwisata, selain itu bisa mendatangkan turis-turis.

Ke depan, legislator Dapil Minahasa-Tomohon ini mengusulkan kepada wali kota kalau bisa dibuat seperti di Bali.

Misalnya, lanjut dia, TIFF berikutnya ada penilaian taman-taman dari rumah masyarakat dan diberi hadiah. Kalau anggaran TIFF Rp 1 miliar, hadia per satu rumah Rp 10 juta, jelas ada 100 rumah di Kota Tomohon yang dinilai dan mendapatkan juara.

“Kalau semua masyarakat Tomohon membuat taman di depan rumah yang bagus, ini betul-betul menjadi kota bunga. Biar Tomohon betul-betul nampak kota bunga dan bukan karena TIFF baru kelihatan bunga,” kata Wenny. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com