Connect with us

ZONA DAERAH

Ratusan pelari meriahkan lomba lari di Hari Jadi ke-16 Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comWali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan, membuka sekaligus melepas peserta lomba lari 5k di momen hari jadi ke-16 Kota Tomohon, Minggu (27/1/2019).

Ratusan peserta yang merupakan masyarakat umum dan pelajar di Kota Tomohon ini pun ikut dalam lomba yang mengambil start dari wilayah Kecamatan Tomohon Selatan dan finish di pusat kota ini.

Dalam sambutannya, Eman mengatakan, atas nama pemerintah, pribadi dan keluarga mengucapkan selamat hari jadi Kota Tomohon ke-16 kepada segenap masyarakat Kota Tomohon.

“Semoga Kota Tomohon semakin diberkati oleh Tuhan, semakin berkembang dan masyarakat Kota Tomohon akan lebih sejahtera,” ujarnya.

Eman pun memberikan apresiasi kepada panitia yang memprakarsai kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Tomohon ke-16 ini.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga mendukung program Pemerintah Pusat, yaitu lewat instruksi Presiden RI Nomor: 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta gerakan “Ayo Olahraga” yang diluncurkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

“Jadikanlah perlombaan ini sebagai ajang menunjukkan prestasi dengan tetap menjunjung sportivitas yang tinggi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ventje Karundeng dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut digelar dengan tujuan untuk melaksanakan kegiatan olahraga prestasi.

“Selain dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Tomohon, kegiatan ini juga sebagai ajang menggali bakat para pecinta olahraga dan masyarakat Kota Tomohon,” katanya.

Dia menambahkan, peserta lomba merupakan masyarakat umum kelurahan se-Kota Tomohon, serta pelajar SMP dan SMA se-Kota Tomohon. Di mana, peserta berjumlah 318, yang terdiri dari peserta lomba umum sebanyak 69 orang, SMP 139 orang dan SMA 110 orang.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Harold Lolowang bersama jajaran Pemkot Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

Rata-rata air di sumur mengering

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com