Terkait dugaan APK ‘liar’, Bawaslu Tomohon klarifikasi sejumlah parpol

TOMOHON, ZONAUTARA.com Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tomohon tengah memproses laporan terkait dugaan pelanggaran pada tahapan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019.

Di mana, laporan tersebut terkait pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang tidak sesuai dengan titik atau melanggar berdasarkan Surat Keputusan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon alias APK ‘liar’.

Ketua Bawaslu Kota Tomohon Deisy Soputan melalui Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HP3S) Steffen S Linu tak menampik hal tersebut. Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap para pelapor dan terlapor terkait laporan tersebut.

Menurut dia, para pihak-pihak yang sudah diklarifikasi tersebut terdiri dari Ketua Partai Politik (Parpol), Sekretaris Parpol, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, hingga pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon.

“Saat ini, kedua laporan tersebut sedang kami proses. Di mana, pada proses tersebut, kami telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi kepada pelapor, terlapor, saksi, serta penyelenggara. Karena masih dalam proses penanganan dugaan pelanggaran, maka selebihnya belum bisa kami sampaikan karena masih bersifat rahasia,” kata Steffen, Kamis (31/1/2019).

Selain itu, lanjut dia, pihaknya pun menemukan sejumlah APKPeserta Pemilu 2019 yang proses pemasangannya yang diduga melanggar tata cara dan prosedur pemasangan APK.

Dia menjelaskan, temuan dugaan pelanggaran pada tahapan kampanye, khususnya pada pemasangan APK tersebut berjumlah 62 temuan.

“Semua temuan dugaan pelanggaran tersebut masih dalam proses dugaan pelanggaran dan dalam proses penanganan pelanggaran tersebut kami sangat patuh untuk menjalankan prosedur penanganan pelanggaran,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.