Connect with us

Bencana dan Musibah

Hujan terus turun, beberapa lokasi di Manado banjir

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Hujan sudah lebih dari enam jam terus turun di wilayah Manado, sejak Jumat (1/2/2019) dinihari.

Beberapa lokasi di Kota Manado dilaporkan terdampak banjir seperti di Bailang, Mahawu, Tikala, Tuminting, Kampung Islam. Air juga mengenangi beberapa ruas jalan.

Banyak warga memposting dan menyiarkan video secara langsung kondisi sekitar lingkungan mereka.

Seperti yang dilakukan Olivia Vhy, warga Tuminting yang melakukan siaran langsung kondisi air di Lorong Soputan yang ketinggian air sudah mencapai sekitar 30 hingga 50 centimeter.

“Ada pagar rumah yang sudah jebol,” jelas Olivia sambil memperlihatkan kondisi di Lorong Soputan.

Tim SAR dari Kantor Basarnas Manado kini bergerak ke lokasi yang memerlukan bantuan evakuasi.

“Saat ini musim penghujan telah tiba diharapkan kepada masyarakat yang di tinggal di bantaran sungai agar waspada dan berhati-hati. Saat ini air DAS Tondano naik perlahan lahan, dan tidak kalah penting masyarakat yang tinggal di perbukitan agar waspada. Basarnas siap selalu siaga 24 jam apabila ada masyarakata yg membutuhkan pertolongan,” sebut Staff Humas Basarnas Manado, Ferry.

(Foto amatri warga)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: social impact marketing

  2. Pingback: forum

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Korban terakhir susur Sungai Sempor ditemukan

Insiden kegiatan Pramuka itu melibatkan ratusan anak-anak.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi: Pixabay.com

ZONAUTARA.COM – Tim penyelamat telah menemukan seluruh korban pada insiden kecelakaan sungai SMPN 1 Turi saat kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menyampaikan informasi bahwa pada Minggu (23/2) pukul 07.00 WIB, dua korban yang dicari sudah ditemukan SAR Gabungan.

“Satu korban ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB, di Dam Matras, dengan estimasi jarak 400 meter dari tempat kejadian awal,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan dikutip dari Antara.

Menurut Makwan kondisi korban saat ditemukan henti nafas, henti jantung dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Sebelumnya insiden air sungai Sempor yang tiba-tiba meluap membuat ratusan siswa SMPN 1 Turi yang sedang mengikuti susur sungai Pramuka terseret arus.

Insiden itu telah menyebabkan beberapa korban meninggal dunia, 23 siswa luka-luka dan 216 selamat.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Polisi Yuliyanto mengatakan hingga saat ini pihaknya telah memeriksa enam orang dari pihak sekolah.

Pada Sabtu (22/2), Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menetapkan satu tersangka berinisial IYA.

“Kita sudah menaikkan status salah satu dari para saksi dengan inisial IYA menjadi tersangka,” kata Yuliyanto.

Yuliyanto menjelaskan IYA merupakan salah satu pembina pramuka sekaligus guru olahraga di SMPN 1 Turi. Dia ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang dipimpin Direktur Reskrimum Polda DIY AKBP Burkan Rudy Satria pada Sabtu siang.

“Sampai saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan, dilakukan BAP sebagai tersangka,” kata dia.

Tersangka diduga melanggar Pasal 359 KUHP karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia. Dia juga dijerat Pasal 360 karena kelalaiannya yang menyebabkan orang luka-luka.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com