Connect with us

ZONA DAERAH

Lolowang warning perangkat daerah seriusi Kota Layak Anak

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Pengembangan Kota Layak Anak (KLA) terus diseriusi Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Tomohon Harold V Lolowang saat memimpin Rapat Monitoring Evaluasi Pengembangan KLA Kota Tomohon berharap, kelengkapan berkas administrasi dari masing-masing Perangkat Daerah segera dimasukan.

“Apabila ada Perangkat Daerah yang kurang serius, segera laporkan ke saya dan akan diberi surat teguran,” ujar Lolowang saat memimpn rapat yang digelar di Lantai II Sekretariat Daerah Kota Tomohon, Kamis (14/2/2019).

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Ervinz D.H Liuw, meminta masing-masing Perangkat Daerah terkait untuk segera melengkapi catatan-catatan yang diberikan.

“Masing-masing Perangkat Daerah terkait juga diminta untuk menyiapkan satu orang yang akan fokus untuk menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kelengkapan administrasi persiapan Kota Layak Anak,” katanya.

Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tomohon dr Olga M Karinda mengatakan, setiap Perangkat Daerah diminta membuat inovasi-inovasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peran anak.

“Dalam waktu dekat juga, kami akan mengadakan pelatihan pengasuhan hak, diperuntukkan bagi setiap Perangkat Daerah,” katanya.

Diketahui, ada sebanyak sembilan kriteria KLA menurut peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Nomor 13 Tahun 2011, yakni indikator Kabupaten Kota Layak Anak :

  1. Adanya peraturan perundang-undangan dan kebijakan untuk pemenuhan hak anak.
  2. Persentase anggaran untuk pemenuhan hak anak, termasuk anggaran untuk penguatan kelembagaan.
  3. Jumlah peraturan perundang-undangan, kebijakan, program dan kegiatan yang mendapatkan masukan dari Forum anak dan kelompok anak lainnya.
  4. Tersedianya sumber daya manusia (SDM) terlatih Konvensi Hak Anak (KHA) dan mampu menerapkan hak anak ke dalam kebijakan, program dan kegiatan.
  5. Tersedia data anak terpilah menurut jenis kelamin, umur dan kecamatan.
  6. Keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak.
  7. Keterlibatan dunia usaha dalam pemenuhan hak anak.
  8. Presentase anak yang teregistrasi dan mendapatkan Kutipan Akte Kelahiran.
  9. Tersedia fasilitas informasi layak anak.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Pemkot Tomohon gelar rakor EPRA

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran tahun anggaran 2019, di rumah dinas Wali Kota Tomohon, Kamis (27/2/2020).

Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Tomohon O. D. S. Mandagi dan dihadiri oleh para Kepala Perangkat Daerah bersama Kasubag Keuangan, serta operator monev, para Camat dan para Lurah bersama Sekretaris Kelurahan.

Mandagi saat membacakan sambutan Wali Kota Jimmy Feidie Eman mengatakan, rakor ini dilaksanakan untuk mengevaluasi sekaligus mencari langkah-langkah strategis dalam penyerapan dan realisasi anggaran di masing-masing daerah.

Terutama, kata dia, Perangkat Daerah karena akan ada punishment dan reward atas kinerja penyerapan anggaran yang dipantau langsung oleh Presiden RI melalui Sekretariat Negara dengan aplikasi Sistem Monitoring Informasi TEPRA (SISMONTEP).

Menurut dia, APBD Kota Tomohon tahun anggaran 2019 berjumlah Rp702.801.053.626, dengan pencapaian realisasinya berjumlah Rp652.237.270.993, atau 92,81%.

“Wali Kota Tomohon menegaskan beberapa hal sebagai berikut, yaitu tahun 2020 ini untuk pelaporan capaian fisik kegiatan dan anggaran agar setiap bulannya harus dimasukan secara tepat waktu dan setiap perangkat daerah memaksimalkan kinerja pelayanan publik,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com