Connect with us

Bencana dan Musibah

Longsor terjadi di lokasi tambang Bakan, puluhan orang diduga tertimbun

Published

on

ZONAUTARA.com – Kejadian bencana terjadi di lokasi tambang emas rakyat di Desa Bakan, Kecamatan lolayan, Bolaang Mongondow. Puluhan pekerja di tambang tersebut dikabarkan tertimbun, Selasa (26/2/2019) malam.

Laporan SatuBMR.com menyebutkan, lokasi kejadian berada di Busa yang dikenal sebagai lokasi yang memiliki kandungan emas melimpah.

Beberapa pewarta yang sudah berada di lokasi, mengabarkan, hingga pukul 12 tengah malam, sudah ada 13 orang yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, dan dibawah ke rumah sakit.

“Saat ini sedang dalam proses evakuasi, karena lokasi longsor berada di ketinggian,” ujar Ainur yang berada di lokasi saat dihubungi zonautara.com.

Dari beberapa video warga yang diunggah di Facebook, proses evakuasi melibatkan warga dan pekerja tambang. Mereka berupaya melakukan evakuasi dengan bantuan penerangan senter.

Bencana dan Musibah

Tiga nelayan asal Lembeh hilang di perairan Belang

Published

on

MITRA, ZONAUTARA.com Tiga orang nelayan asal Pulau Lembeh dilaporkan hilang di perairan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Ketiga korban yang dilaporkan hilang tersebut, yakni Jumaat Panura (45), Sopkia Sumihi (40) dan Reumer Pandensolang (60).

Laporan hilangnya ketiga korban tersebut diterima Basarnas Manado, pada Kamis (11/7/2019).

Para nelayan tersebut dilaporkan pergi melaut sejak Senin (8/7), dengan menggunakan ponton rakit di tempat mereka biasa memancing.

Namun, pada Rabu (10/7), saksi yang merupakan tetangga korban menuturkan, dirinya melihat perahu terikat pada rakit, namun korban sudah tidak berada di atas rakit. Hingga saat ini, para korban belum kembali ke rumah.

Kepala Kantor Basarnas Manado Gede Darmada mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Patroli (Satrol) TNI AL untuk membantu pencarian tiga nelayan tersebut.

Menurut dia, Satrol TNI AL menggerakan satu kapal yang dinahkodai Lettu Laut (P) Irwansyah, telah bersama-sama dengan anggota Basarnas melaksanakan pencarian.

“Saat ini, Pos Sar Amurang sudah bergerak melaksanakan pencarian bersama Tim SAR Gabungan, dengan unsur potensi yang terlibat TNI AL, Polair Ratahan, masyarakat serta keluarga korban. Namun masih belum adanya penemuan tanda-tanda korban,” ujarnya.

Di hari ke-2, Tim Rescue masih melanjutkan pencarian dengan menggunakan truk dan Rubber boat Basarnas, speedboat Polair dan kapal TNI AL Tedong Naga.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com