Connect with us

Bencana dan Musibah

Sudah enam korban meninggal dievakuasi dari tambang Bakan

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Hingga Kamis (28/2/2019) pagi, sudah ada enam korban meninggal dari musibah longsornya lubang tambang di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow.

Keenam korban itu telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat sejak kejadian Selasa (27/2/2019) malam.

Baca Juga: Bupati Yasti: “Ada yang bilang korban tertimbun capai ratusan”

“Hingga pagi ini, enam korban tambang Bakan meninggal dunia,” ujar Humas Basarnas Manado Ferry Arianto.

Tim penyelamat yang terdiri dari berbagai unsur, yakni BPBD Bolaang Mongondow, TNI, Polri, Basarnas, SKPD terkait, relawan dan masyarakat terus melakukan upaya evakuasi tanpa henti hingga malam hari.

“Walaupun malam, kami tetap berupaya melakukan evakuasi.Cuaca juga cukup mendukung,” kata Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow.

Longsornya lubang tambang rakyat di Bakan telah menimbun puluhan penambang. Belum ada data valid mengenai jumlah korban yang sebenarnya, karena lokasi itu dikelola oleh masyarakat tanpa ijin.

Baca Juga: Sudah 23 korban yang terjebak di tambang Bakan berhasil dievakuasi

Kapolda Sulut Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto pagi ini berada di lokasi, memantau jalannya proses evakuasi. Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow menjamin, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dalam mengevakuasi korban.

Diketahui, sebanyak 19 orang petambang selamat dalam musibah ini. Satu orang lainnya yang selamat pun saat ini sementara dalam proses evakuasi.

Editor : Christo Senduk

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com