Connect with us

Hukum dan Kriminal

WNA asal Jerman diperiksa Imigrasi karena diduga ikut aksi di Manado

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman, Julius Leopold Krafft Von Dellmensingen sempat dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Manado pada Jumat (8/3/2019) kemarin.

Hingga malam hari Julius diinterogasi oleh pihak Imigrasi, karena diduga ikut aksi yang dilakukan beberapa organisasi masyarakat di Zero Point Manado. Kemarin sore beberapa organisasi itu melakukan aksi dalam rangka merayakan Internasional Women Day (hari perempuan internasional).

Awalnya Julius dibawa oleh anggota intel polisi ke Polrestas Manado. Namun kemudian diserahkan ke pihak Imigrasi yang berkenaan dengan penanganan orang asing.

Kepala Imigrasi Kelas 1 TPI Manado, Friece Sumolang mengatakan, izin tinggal Julius di Indonesia hanya izin tinggal kunjungan (ITK).

“Izinnya bukan izin penelitian tetapi ITK. Selain itu, tidak bisa beraktivitas lainnya,” jelas Sumolang.

Anak muda ini pernah menjadi volunteer di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Minahasa Utara.

Manager PPS Tasikoki, Billy membenarkan bahwa Julius memang pernah menjadi volunteer di sana, namun dia telah menandatangani surat pernyataan berhenti jadi volunteer.

“Jadi aktivitasnya tidak lagi menjadi tanggungjawab kami, namun kami akan memberikan keterangan sesuai dengan yang diminta oleh imigrasi,” jelas Billy yang juga datang ke Kantor Imigrasi.

Sementara itu, sejumlah saksi yang terlibat ujuk rasa saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu jika Julius terlibat demonstrasi.

“Setahu kami, dia ada bersama salah satu teman kami dari Tunas Hijau yang ikut aksi bersama kami, tetapi dia tidak berorasi, tidak juga membawa atau memegang atribut,” ujar pimpinan Lembaga Bantuan Hukum Manado Aryati Rahman yang juga koordinator aksi itu.

Menurut Aryati, Julius kini tidak ditahan dan diperbolehkan meninggalkan Kantor Imigrasi, namun kasusnya tetap diselidiki oleh Imigrasi hingga 30 hari kedepan.

“Passport Julius juga masih ditahan oleh Imigrasi,” kata Aryati.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Hukum dan Kriminal

Hendra dianiaya setelah tolak miras, pelakunya dibekuk URC Totosik

Published

on

Pelaku saat diamankan URC Totosik. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kasus kriminilitas yang diakibatkan oleh minuman keras (miras) kembali terjadi di Kota Tomohon. Kali ini, aksi kriminal tersebut terjadi di Lingkungan III, Kelurahan Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, Selasa (8/10/2019).

Korbannya, yakni Hendra Wagiu (30), warga Lingkungan VIII, Kelurahan Tumatangtang Satu, yang mengalami penganiayaan oleh lelaki RE alias Beca (27), warga Lingkungan II, Kelurahan Tumatangtang.

Kejadian penganiayaan itu pun dilaporkan korban ke SPKT Polres Tomohon. Tak berselang lama, aparat Polres Tomohon melalui Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik langsung melakukan pengembangan.

Kepala Tim (Katim) URC Totosik Bripka Yanny Watung menjelaskan, saat menerima laporan dari korban, pihaknya langsung melakukan pengembangan, serta mengejar pelaku.

Menurut Watung, dari keterangan korban, peristiwa tersebut terjadi saat korban yang mengendarai sepeda motor melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saat itu, kata Watung, ada yang pelaku sementara mengadakan pesta minuman keras (miras) bersama rekan-rekannya.

“Ketika melihat korban, pelaku kemudian memanggil korban, selanjutnya korban datang menghampiri pelaku dan kemudian pelaku menawarkan untuk ikut minum, namun korban menolak dan pamit untuk pulang ke rumah. Korban pun langsung naik ke ke atas motornya,” ujar Watung.

Melihat korban hendak meninggalkan TKP, lanjut Watung, pelaku meneriaki korban dengan kata-kata ‘so ngana tu kita ja cari-cari’ (kamu yang selama ini saya cari), sembari mengarahkan pukulan ke arah wajah korban secara berulang-ulang.

Selain itu, tambah Watung, pada saat korban berusaha melarikan diri, pelaku kembali memukul korban sampai terjatuh dari motor dan pada saat dalam posisi tergeletak di jalan, pelaku kemudian menendang korban hingga mengalami luka di bagian wajah dan dada. Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke salah satu supermarket di wilayah Kelurahan Walian.

“Setelah mengantongi identitas pelaku, kami melakukan pengembangan, yang selanjutnya kami mencari keberadaan pelaku. Kurang lebih 30 menit kami akhirnya berhasil mengamankan pelaku yang bersembunyi di belakang Toko Multi Mart,” jelas Watung.

Dia menegaskan, saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Tomohon untuk diproses lebih lanjut dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com