Connect with us

PRESS REVIEW

Pemerintah tetapkan tarif ojek online

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Pemerintah akhirnya menetapkan standar tarif ojek online (ojol), melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Aturan ini memuat sejumlah aspek termasuk tarif.

Tarif ojol itu dibedakan dalam tiga zona. Zona pertama terdiri dari Sumatera, Bali dan Jawa selain Jabodetabek dengan batas bawah Rp 1.850 per km dan batas atas Rp 2.300 per km.

Sedangkan batas bawah tarif zona II yang terdiri dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) berada di Rp 2.000 per km dan batas atas yakni Rp 2.500 per km.

Terakhir zona III terdiri dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, dan Papua ditetapkan tarif batas bawahnya sebesar Rp 2.100 per km dan tarif batas atasnya Rp 2.600 per km.

Selain ongkos per km, aturan anyar yang akan mulai berlaku per 1 Mei ini juga berisi soal pengenaan biaya jasa.

“Biaya jasa minimal di rentang Rp 8.000-10.000, ini per 4 km. Kalau masyarakat naik ojek online di bawah 4 km ini biayanya sama,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (25/3/2019).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

EDITOR'S PICK

[FLASH] Rontoknya penumpang pesawat

Jumlah keberangkatan sejak H-7 hingga Kamis (6/6/2019) anjlok 27,23 persen.

Published

on

zonautara.com

Fakta dalam berita:

  • Berbagai data dirilis soal turunnya penumpang pesawat sejak H-7 Lebaran 2019 dibanding periode tahun sebelumnya.
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui turunnya penumpang pesawat pada mudik 2019 karena mahalnya harga tiket.
  • Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah keberangkatan penumpang sejak H-7 hingga Kamis (6/6) sebanyak 1.72 juta penumpang.
  • Angka itu turun 27,23% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 2,36 juta penumpang.
  • Selain karena tiket mahal, banyak pemudik sudah beralih menggunakan transportasi darat.
  • Tol Trans Jawa memberi kontribusi besar beralihnya pemudik dari transportasi udara ke darat pada akumulasi penumpang pesawat di Jawa.
  • Di Bandara Juanda Surabaya penumpang turun 23%, di Bandara Minangkabau Sumatera Barat turun 27,1%. Sementara di Bandara Sam Ratulangi Manado turun sebesar 28 persen.

Link berita:

Continue Reading
Advertisement

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com