Connect with us

ZONA DAERAH

Ancam warung kecil, Wenur minta pemkot batasi kehadiran toko modern

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comKehadiran toko modern di Kota Tomohon kian menjamur. Teranyar, satu retail modern berlabel Alfamidi hadir di Kota Tomohon dan resmi beroperasi, Rabu (24/4/2019).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tomohon Miky JL Wenur mengatakan, kehadiran toko-toko modern tersebut wajib dibatasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon selaku pemberi izin.

Menurut Wenur, kehadiran toko modern yang saat ini sudah berjumlah 14 tersebut harus pun disesuaikan dengan kondisi jumlah penduduk di Kota Tomohon kurang lebih 98.000.

Pasalnya, kata Wenur, Kota Tomohon juga memiliki pasar dan toko-toko kecil yang pasti akan sangat berdampak.

“Tidak bisa juga dibilang tidak boleh ada, karena seiring perkembangan kota, toko modern ini juga dibutuhkan. Cuma, perlu ada pengendalian supaya dia berimbang antara jumlah penduduk dan jumlah toko modern,” ungkap Politisi Partai Golkar ini.

Dia menjelaskan, jika ada keseimbangan antara kehadiran toko modern dan jumlah penduduk, maka warung-warung kecil atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa terus bertahan.

“Jangan sudah di setiap sudut. Kan ada aturan untuk toko modern hanya di jalan provinsi dan tidak boleh masuk di jalan kota,” tegas istri dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Stefanus BAN Liow ini.

Dia pun mengingatkan Pemkot Tomohon melalui dinas terkait untuk melakukan pengendalian terhadap kehadiran toko-toko modern ini, sehingga tidak berdampak pada warung-warung kecil.

Diketahui, saat ini sudah ada sebanyak 14 toko modern di Kota Tomohon. Salah satunya yang berlable Alfamidi pun baru dibuka, Rabu (24/4/2019). Toko modern itu pun direncanakan akan dibuka di enam titik di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

Rata-rata air di sumur mengering

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com