Connect with us

CARI TAHU

Ribuan orang menyumbang sarang buatan untuk menyelamatkan anak burung

Bantuan itu sangat berharga bagi Carolina Waterfowl Rescue.

Bagikan !

Published

on

Foto: Pexels.com/42 North

ZONAUTARA.com – Bulan lalu, Carolina Waterfowl Rescue di Carolina Utara, Amerika Serikat, memposting di account media sosial mereka, soal permohonan bantuan sarang buatan untuk bayi burung yang mereka selamatkan.

Lembaga penyelamat satwa liar ini bekerja menyelamatkan bayi burung yang terluka atau kehilangan induknya selama musim burung bertelur. Mereka menampung bayi-bayi burung itu, tetapi kekurangan sarang burung.

Tak disangka postingan mereka menuai banyak tanggapan, dan ribuan pecinta satwa kemudian mengirimkan mereka sarang buatan rajutan.

Lembaga itu memang memerlukan banyak sekali sarang buatan untuk burung, sebab mereka bisa menampung hingga 3.000 ekor burung yang butuh perawatan.

Selain sarang buatan rajutan, lembaga ini juga dibanjiri ribuan pesan dukungan serta ucapan dari seluruh negeri.

“Kami mungkin tidak akan menggunakan semuanya, dan kami dapat mengirimkannya ke orang lain yang membutuhkan sarang-sarang ini,” ujar spesialis rehabilitasi satwa liar, Bayleigh MacHaffie.

MacHaffie mengakui terkejut dengan respon bantuan yang luar biasa itu, dan merasa lega karena orang-orang dapat membantu usaha mereka.

Selain bantuan sarang burung, lembaga ini juga memerlukan bantuan untuk membeli makanan burung serta biaya rehabilitasi.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi

CARI TAHU

Apa yang membuat “social distancing” di Korea Selatan berhasil?

Warga yang melanggar akan didenda Rp 40 juta hingga Rp 133 juta.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM – Korea Selatan termasuk negara di luar China yang dikhawatirkan akan meledak jumlah kasus terjangkit virus corona. Namun pemerintah Korea Selatan mampu menurunkan laju pertambahan kasus dan angka kematian.

Padahal Korea Selatan tidak menerapkan kebijakan lockdown, tetapi menitikberatkan pada pembatasan interaksi sosial atau social distancing.

Lalu apa yang membuat Korea Selatan berhasil dalam kebijakan social distancing?

Salah satu keberhasilan penerapan pembatasan interaksi sosial di Korea Selatan adalah sanksi pidana bagi yang melanggarnya. Otoritas di Korea Selatan akan memberi denda sebesar 3 hingga 10 juta won bagi siapa saja yang menolak tes dan karantina.

Denda itu sangat besar nilainya, yang jika dirupiahkan sekitar Rp 40 juta hingga Rp 133,8 juta untuk kurs Rp 13,3 per won.

Pertambahan kasus di Korea Selatan yang berhasil diturunkan. (Sumber: Worldometers.info)

Selain sanksi pidana dan denda, pemerintah Korea Selatan juga memantau warga negaranya yang positif terjangkit melalui aplikasi dan CCTV, termasuk memantau pergerakan pasien melalui pelacakan transaksi kartu debit dan kartu kredit.

Keterbukaan informasi dari Pemerintah Korea Selatan juga mendorong kepercayaan publik, bahwa pemerintahan negara mereka sedang bekerja dengan sungguh-sungguh memerangi wabah covid-19.

Baca pula: Kasus virus corona tembus 700 ribu orang

Keterbukaan informasi itu membuat warga yang sehat dapat menghindari titik lokasi yang terinfeksi, dengan tujuan tidak ikut terjangkit. Aplikasi yang dipakai di sana membuat orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien mudah diidentifikasi.

Hasil identifikasi itu mempermudah otoritas kesehatan melakukan tes, yang jika tidak dituruti akan dikenakan sanksi pidana dan denda.

Pasien yang terkonfirmasi jika menolak dikarantina atau dirawat di rumah sakit mendapat ancaman pidana 1 tahun atau denda sebesar 10 juta won atau senilai Rp. 133,8 juta.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com