Connect with us

CARI TAHU

Ribuan orang menyumbang sarang buatan untuk menyelamatkan anak burung

Bantuan itu sangat berharga bagi Carolina Waterfowl Rescue.

Bagikan !

Published

on

Foto: Pexels.com/42 North

ZONAUTARA.com – Bulan lalu, Carolina Waterfowl Rescue di Carolina Utara, Amerika Serikat, memposting di account media sosial mereka, soal permohonan bantuan sarang buatan untuk bayi burung yang mereka selamatkan.

Lembaga penyelamat satwa liar ini bekerja menyelamatkan bayi burung yang terluka atau kehilangan induknya selama musim burung bertelur. Mereka menampung bayi-bayi burung itu, tetapi kekurangan sarang burung.

Tak disangka postingan mereka menuai banyak tanggapan, dan ribuan pecinta satwa kemudian mengirimkan mereka sarang buatan rajutan.

Lembaga itu memang memerlukan banyak sekali sarang buatan untuk burung, sebab mereka bisa menampung hingga 3.000 ekor burung yang butuh perawatan.

Selain sarang buatan rajutan, lembaga ini juga dibanjiri ribuan pesan dukungan serta ucapan dari seluruh negeri.

“Kami mungkin tidak akan menggunakan semuanya, dan kami dapat mengirimkannya ke orang lain yang membutuhkan sarang-sarang ini,” ujar spesialis rehabilitasi satwa liar, Bayleigh MacHaffie.

MacHaffie mengakui terkejut dengan respon bantuan yang luar biasa itu, dan merasa lega karena orang-orang dapat membantu usaha mereka.

Selain bantuan sarang burung, lembaga ini juga memerlukan bantuan untuk membeli makanan burung serta biaya rehabilitasi.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

ZONAPEDIA

Banyak pulau tak berpenghuni di wilayah Nusa Utara

Sebutan Nusa Utara merujuk pada wilayah yang secara administratif pemerintahan terdiri atas tiga kabupaten di Sulawesi Utara.

Bagikan !

Published

on

Pulau pasige di Kabupaten Sitaro. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Jazirah Nusa Utara yang terletak di bagian utara Provinsi Sulawesi Utara ternyata memiliki banyak pulau yang tak berpenghuni.

Sebutan Nusa Utara merujuk pada wilayah yang secara administratif pemerintahan terdiri atas tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kabupaten Kepulauan Sitaro

Kabupaten yang beribu kota Ondong ini memiliki total 47 pulau. Jumlah tersebut terdiri dari 10 pulau berpenghuni dan 37 pulau tidak berpeghuni.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sitaro memiliki tiga gugusan pulau, yaitu Gugusan Pulau Siau, Gugusan Pulau Tagulandang, serta Gugusan Pulau Biaro. Pada masing-masing gugusan pulau tersebut terdapat pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sitaro terletak pada koordinat: 02° 4′ 13” – 02 52′ 47″ Lintang Utara (LU) dan 125° 09′ 28″ – 125° 24′ 25″ Bujur Timur (BT).

Kabupaten Kepulauan Sangihe

Kabupaten yang beribu kota Tahuna ini memiliki total 105 pulau. Jumlah tersebut terdiri dari 26 pulau berpenghuni dan 79 pulau yang tidak berpenghuni.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdiri atas gugusan yang sangat variatif. Ada gugusan dengan jarak antarpulau yang berdekatan dan juga dengan jarak berjauhan.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sangihe terletak pada koordinat 2° 4’ 13” – 4° 44’ 22” LU dan 125° 9′ 28” – 125° 56′ 57” BT.

Kabupaten Kepulauan Talaud

Kabupaten yang beribu kota Melonguane ini memiliki total 17 pulau. Jumlah tersebut terdiri 7 pulau berpenghuni dan 10 pulau yang tidak berpenghuni.

Wilayah kepulauan di Kabupaten Kepulauan Talaud terdiri atas lima gugusan pulau, yaitu Gugusan Pulau Miangas, Gugusan Pulau Nanusa, Gugusan Pulau Karakelang, Gugusan Pulau Salibabu, dan Gugusan Pulau Kabaruan.

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Talaud terletak pada koordinat 3° 38′ 00” – 5° 33′ 00” LU dan 126° 38′ 00” – 127° 10′ 00” BT.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com