Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Sempat mati mesin, kapal penangkap ikan diselamatkan Basarnas Manado

Published

on

Foto: Basarnas Manado

MANADO, ZONAUTARA.comBoat rescue KN Bimasena dari Kantor Basarnas Manado melakukan operasi pencarian terhadap kapal penangkap ikan KM Norsledi Bahari.

Kapal berawak 25 orang itu sebelumnya dilaporkan mengalami mati mesin, Selasa (7/5/2019) tengah malam. Informasi kehilangan itu masuk ke Kantor Basarnas Manado pada Rabu (8/5) pukul 02.20 WITA.

KN Bimasena kemudian bertolak dari Dermaga Munte, Likupang, Minahasa Utara melakukan pencarian di lokasi perairan laut Sulawesi Utara pada koordinat seperti yang dilaporkan.

Posisi terakhir kapal ikan yang mengalami musibah tersebut berada pada 13 nautical mile (NM) arah timur laut dari Tanjung Batu Kapal, pulau Lembeh, Bitung. Kapal kala itu dalam perjalanan dari pulau Biaro, Sitaro menuju Bitung.

Setelah melakukan upaya pencarian, rescuer Basarnas Manado kemudian menemukan kapal penangkap ikan dengan panjang 30 meter itu pada posisi 39 derajat dari Pelabuhan Bitung pada jarak 25 NM.

Sewaktu ditemukan, KM Norsledi Bahari bersama KN Sinar Bahari II. Kapal yang mengalami mati mesin itu kemudian ditarik menuju Bitung.

“Kapal sudah berhasil diselamatkan, dan semua anak buah kapal dalam keadaan selamat,” ujar Kepala Kantor Basarnas Manado, Gede Darmada, Rabu (8/5).

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement Hosting Unlimited Indonesia
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Bencana dan Musibah

Empat Hari Terseret Ombak, Jenazah Raska Akhirnya Ditemukan

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Setelah empat hari terseret ombak di pantai Desa Ayong, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Raska Hasan (10) warga setempat, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (30/4/2019) sekitar pukul 16.25 Wita.

Raska terseret arus saat tengah mandi di pantai bersama kakaknya Ratu Agisya Hasan (12), Sabtu (27/4/2019). Diketahui, seperti kebiasaan anak-anak yang tinggal dipesisir pantai, dua bocah kakak-beradik itu mandi sambil bermain bersama beberapa rekannya di pantai tidak jauh dari rumah.

Saat tengah bermain, sang adik Raska terseret ombak yang cukup kuat. Melihat adiknya yang tidak bisa berenang, Ratu sang kakak berusaha menolong. Namun naas, justru sang kaka juga ikut terseret arus dan tenggelam.

“Teman-teman korban yang melihat langsung meminta bantuan masyarakat sekitar untuk menolong kakak beradik tersebut dengan peralatan seadanya,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Bolmong, Abdul Muin Paputungan.

Paputungan menjelaskan, upaya yang dilakukan masyarakat membuahkan hasil. Ratu Agisya Hasan, salah satu putri dari pasangan Reski Hasan dan Warni Mokodompit berhasil ditemukan tak jauh dari lokasi mereka terserat arus.

“Sayangnya, sang kakak sudah dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa ke Puskesmas Maelang untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas Paputungan.

Hingga pukul 18.30 Wita, sang adik Raska Hasan belum ditemukan. Pemerintah Desa melalui Sekdes menghubungi BPBD Bolmong untuk meminta bantuan Tim SAR terkait musibah tersebut.

Setelah menerima informasi, BPBD Bolmong langsung berkoordinasi dengan Basarnas Pos SAR Kotamobagu untuk persiapan rencana Operasi SAR.

“Minggu (28/4), operasi SAR gabungan dari TRC BPBD Bolmong, Basarnas, Unsur TNI / Polri dan relawan dilakukan dengan menggunakan peralatan rubber boat, motor tempel dan peralatan lainnya,” ujar Abdul Muin.

Pencarian berjalan hingga empat hari. Dan akhirnya, Selasa (30/4/2019), sang adik Raska Hasan ditemukan di antara pulau satu dan pulau dua perairan Maelang.

“Jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” pungkas Abdul Muin. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending