Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Welty sebut Pemkab Bolmong boikot Paripurna LKPJ

Tidak ada satupun eksekutif yang hadir.

Published

on

Ketua DPRD Bolaang Mongondouw, Welty Komaling. (Foto: Zonautara.com/itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow tentang penyampaian rekomendasi Pansus LKPJ pemerintah daerah Tahun 2018 yang dijadwalkan, Rabu (8/5/2019) batal digelar.

Pasalnya, tidak satupun dari pihak eksekutif (pemerintah daerah) yang hadir dalam rapat dimaksud.

“Tidak memungkinkan dilaksanakan karena yang diundang tidak satupun yang hadir,” kata Ketua DPRD Bolmong, Welty Komaling, saat bersua dengan sejumlah wartawan, Rabu (8/5/2019).

Welty mengaku sangat menyayangkan dan menilai sikap Pemkab Bolmong itu suatu kekeliruan.

Padahal, menurut dia, rekomendasi Pansus yang akan disampaikan lewat paripurna itu merupakan masukan kepada Bupati dalam rangka mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun 2018, berdasarkan kinerja dari masing-masing SKPD.

“Kami menilai ini suatu upaya pemboikotan,” sahut Welty Komaling.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Pansus sudah bekerja dengan baik dan sudah memanggil pihak-pihak SKPD untuk dimintai informasi dan keterangan. Sehingga seharusnya, itu harus direspon dengan baik oleh bupati.

Karena bisa saja, dalam rekomendasi ada hal-hal krusial dalam pandangan DPRD selaku lembaga yang diberikan amanat oleh konstitusi untuk mengawasi jalannya pemerintahan.

“Rekomendasi ini juga bisa menjadi dasar kedepan apabila bupati mengambil kebijakan untuk mengevaluasi perangkat daerahnya. Termasuk dalam memberikan punishment atau reward setiap pimpinan SKPD. Tapi dengan kejadian seperti ini maka merupakan preseden buruk bagi pemerintahan daerah,” ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan itu bahkan menyebut ketidakhadiran pihak eksekutif dalam paripurna merupakan tindakan konyol.

“Kita akan bicarakan ini dengan teman-teman DPRD terkait apa langkah yang akan diambil selanjutnya secara konstitusi. Kami juga akan melaporkan ini kepada Gubernur Sulut. Bahkan bukan tidak mungkin kepada Menteri Dalam Negeri,” tandasnya. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Zona Bolmong Raya

Dugaan pelanggaran Pemilu oknum Camat Bolaang tak terbukti

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mentahkan laporan penggelembungan suara, dan perubahan isi Formulir C1 oleh Camat Bolaang, Aswanto Gobel dan Sekretaris Camat (Sekcam) Rini Nini Tohis, beberapa waktu lalu. Keduanya dilaporkan oleh Baharudin Ginoga.

Hal itu dibuktikan dengan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Bolmong tanggal 14 Mei 2019 bahwa laporan No.01/LP/PL/Kab/25.05/IV/2019, tidak dapat ditindaklanjuti karena temuan/laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, melalui Kasubag Hukum dan HAM, Muh. Triasmara Akub yang juga kuasa hukum Camat dan Sekcam Bolaang, mengaku bersyukur dengan hasil tersebut.

Menurut Akub, hal itu sebagai bukti bahwa tuduhan-tuduhan yang disampaikan ke publik dan yang dilaporkan tidak benar dan cenderung fitnah.

“Hasil tersebut sudah diprediksi sedari awal karena setelah dipelajari dari awal memang laporan tersebut lemah dan tidak berdasar, jika disandingkan dengan bukti yang diajukan serta fakta hukum yang terjadi,” kata Akub.

Terpisah, Pimpinan Bawaslu Bolmong dari Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Jerry S Mokoolang, menjelaskan bahwa kajian Bawaslu serta hasil penyelidikan Sentra Gakkumdu unsur Kepolisian tidak menemukan adanya pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Camat dan Sekcam Bolaang.

“Kami sudah periksa semua pihak terkait tidak ada bukti bahwa Camat dan Sekcam melakukan penggelembungan suara seperti yang disangkakan. Soal salinan C1 yang ada di meja Camat, pasca penghitungan di TPS, salinan tersebut memang harus dipublish, yakni ditempelkan di papan pengumuman. Semua orang bisa mendokumentasikan atau mendapatkan salinan C1,” jelas Mokoolang.

Sebelumnya, Camat Bolaang, Aswanto Gobel mengaku, tuduhan tersebut tidak dilakukannya. “Saya hanya meminta data untuk dimasukan sebagai data desk pemilu,” singkat Camat. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending