Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DAERAH

Pelaku coblos dua kali resmi jadi tersangka

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Setelah resmi masuk ke meja penyidik Kepolisian Resor (Polres) Tomohon, kasus dugaan pelanggaran pidana Pemilihan Umum (Pemilu) akhirnya resmi miliki tersangka.

Terlapor yang diduga melakukan pencoblosan di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda, yakni LSW alias Lucky, akhirnya resmi berstatus tersangka.

Hal tersebut menyusul proses penyidikan yang dilakukan Polres Tomohon setelah menerima laporan dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Tomohon, Kamis (9/5/2019).

“Sudah (tetapkan tersangka),” ujar Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Tomohon AKP Ikhwan Syukri yang juga salah satu Koordinator di Sentra Gakkumdu Tomohon kepada Zona Utara, Jumat (10/5/2019) malam.

Menurut dia, tersangka disangkakan dengan Pasal 516 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017, dengan ancaman penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp18 juta.

Diketahui, kasus dugaan pelanggaran pidana Pemilu tersebut terjadi pada Pemilu Serentak Rabu (17/4/2019).

Koordinator Divisi (Koordiv) Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HP3S) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tomohon Steffen S Linu saat menggelar konferensi pers bersama personel Sentra Gakkumdu menjelaskan, tersangka diduga melakukan pencoblosan di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda, yakni di TPS 4 Kelurahan Woloan Tiga dan TPS 6 Kelurahan Woloan Satu.

Hal tersebut, kata dia, dilakukan tersangka setelah mendapatkan dua surat pemberitahuan atau C6.

Kasus itu, lanjut dia, terungkap saat pelaku memberitahukan bahwa dirinya telah melakukan pencoblosan sebanyak dua kali kepada orang lain.

Perbuatan tersangka itu pun kemudian dilaporkan ke Bawaslu dan diproses lanjut  di Sentra Gakkumdu Tomohon yang terdiri dari unsur Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Eman: mari kita jaga suasana tetap kondusif

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comTahapan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 telah usai. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih hasil Pemilu 17 April 2019 lalu.

Masyarakat pun diminta untuk menerima apapun yang dihasilkan oleh para penyelenggara Pemilu tersebut dan kembali menyatukan perbedaan yang ada.

Seperti yang diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman.

Dia mengatakan, pesta demokrasi dalam memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para wakil rakyat dari pusat hingga daerah telah terlaksana dengan baik.

Menurut Eman, saat ini merupakan waktu untuk meninggalkan segala perbedaan yang tercipta dalam Pemilu lalu.

“Kami, pemerintah bersama Forkopimda, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Tomohon berharap, agar pasca-pesta demokrasi, suasana kondusif dapat terjaga,” ungkap Eman, di sela-sela Sosialisasi dan Dialog Sinergitas para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, di aula Homestay Walian, Selasa (21/5/2019).

Eman mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berimplikasi hukum dan dapat menimbulkan keresahan, serta ketidaktentraman, hingga meruntuhkan semangat persatuan di Kota yang ditetapkan sebagai salah satu Kota Toleran di Indonesia ini.

“Mari sama-sama kita jaga kerukunan, kesatuan dan persatuan yang sudah lama tercipta di Kota yang kita cintai ini. Semoga Kota Tomohon dapat menjadi berkat di Sulawesi Utara ini,” harapnya.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending