Connect with us

ZONA DAERAH

Lagi, Bawaslu Tomohon bawa rekomendasi pelanggaran netralitas ke KASN

Published

on

Pimpinan Bawaslu Sulut dan Kota Tomohon saat membawa rekomendasi di KASN. (Foto: Bawaslu Tomohon)

TOMOHON, ZONAUTARA.com Penindakan terhadap para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak netral dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tomohon ternyata tak main-main.

Beberapa waktu lalu, institusi yang digawangi Deisy T Soputan selaku Ketua, serta Steffen S Linu dan Irfan M Dokal sebagai anggota telah membawa satu rekomendasi atas dugaan ketidaknetralan seorang ASN dalam tahapan Pemilu 2019 ke Komisi ASN (KASN).

Kini, Bawaslu Tomohon kembali membawa rekomendasi soal pelanggaran netralitas ASN ke komisi yang mengawasi tindakan para abdi negara tersebut.

Bahkan tak main-main, Ketua Bawaslu Tomohon Deisy T Soputan bersama Koordinator Divisi (Koordiv) Hukum Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HP3S) Steffen Linu dengan didampingi Anggota Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Awalludin Umbola kali ini membawa dua rekomendasi sekaligus ke KASN, Rabu (15/5/2019).

“Bawaslu Kota Tomohon telah meneruskan rekomendasi pelanggaran netralitas ASN ke KASN didampingi oleh pimpinan Bawaslu Sulut yang adalah Korwil Kota Tomohon Bapak Awaluddin Umbolla,” ujar Linu.

Menurut dia, selain membawa rekomendasi pelanggaran netralitas ASN, kunjungan ke KASN tersebut pun untuk mengonfirmasi perkembangan rekomendasi yang dibawa beberapa waktu lalu.

“Jawaban yang diperoleh dari Komisi ASN adalah rekomendasi dari Bawaslu Kota Tomohon sudah selesai diproses dan akan segera dikirim ke Pejabat Pembina ASN yang bersangkutan, yaitu Bupati Kabupaten Kepulauan Aru setelah ditandatangani oleh Ketua Komisi ASN,” jelasnya.

Dia menegaskan, penyampaian rekomendasi tersebut, merupakan tugas Bawaslu dalam mengawasi netralitas ASN pada tahapan Pemilu sebagaimana Perbawaslu 6 Tahun 2018.

“Serta, sebagai upaya agar tidak ada lagi keberpihakan dari Aparatur Sipil Negara terhadap Peserta Pemilu dalam kontestasi Pemilu dan Pilkada Kota Tomohon pada tahun 2020,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Bekraf kembangkan ekonomi kreatif di Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Kota Tomohon menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Utara (Sulut) yang dipilih oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk menyelenggarakan program Inovasi dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) tahun 2019.

Program yang bakal dilaksanakan di lima kabupaten/kota di Indonesia, yakni Tomohon, Aceh Utara, Pangkal Pinang, Lombok Timur dan Kupang ini bentuk komitmen pemerintah terhadap perkembangan ekonomi kreatif daerah.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman saat mengikuti presentasi dari tim Bekraf yang dilaksanakan di Wise Hotel beberapa waktu lalu pun mengapresiasi Bekraf yang telah memilih Kota Tomohon sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

“Kami berterima kasih atas dipilihnya Tomohon menjadi satu-satunya kota di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapat kehormatan sebagai tempat penyelenggaraan program Inovatif dan kreatif melalui Kolaborasi Nusantara in,” ujar Eman.

Menurut Eman, melalui program tersebut, diharapkan akan semakin mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Tomohon.

Sebelumnya, Kepala Bekraf Triawan Munaf di Jakarta menjelaskan, lima daerah tempat pelaksanaan IKKON 2019 tersebut telah melalui proses seleksi sebelum akhirnya dipilih.

“Kelima daerah tersebut terpilih setelah melalui proses pemilihan daerah yang diselenggarakan tahun 2018. Kami berharap, program IKKON ini dapat membantu daerah untuk memaksimalkan potensi kreatifnya, agar dapat memberikan dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.

IKKON ini pun, kata dia, merupakan program yang mengusung konsep live in designer dengan mengedepankan kolaborasi antara profesional di bidang kreatif dengan pengrajin lokal dan pemangku kepentingan di daerah.

Sejak 2016, Bekraf melalui IKKON telah mendukung pengembangan ekraf daerah di 15 kota/kabupaten dengan mengembangkan produk yang sudah ada maupun menciptakan produk kreatif baru.

“Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan muncul produk–produk kreatif baru yang dapat menjadi ikon dari masing-masing daerah,” ujar Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf Poppy Savitri.

IKKON 2019 akan mulai dilaksanakan akhir Juli dan ditutup dengan pameran produk IKKON  yang akan diadakan November mendatang. Selain bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan memperkuat ekosistem ekraf nasional, Bekraf juga berharap IKKON dapat menjadi kajian pembuatan program dan peraturan atau peta jalan ekonomi kreatif di daerah.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com