Connect with us

Zona Bolmong Raya

Dugaan pelanggaran Pemilu oknum Camat Bolaang tak terbukti

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mentahkan laporan penggelembungan suara, dan perubahan isi Formulir C1 oleh Camat Bolaang, Aswanto Gobel dan Sekretaris Camat (Sekcam) Rini Nini Tohis, beberapa waktu lalu. Keduanya dilaporkan oleh Baharudin Ginoga.

Hal itu dibuktikan dengan surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Bawaslu Bolmong tanggal 14 Mei 2019 bahwa laporan No.01/LP/PL/Kab/25.05/IV/2019, tidak dapat ditindaklanjuti karena temuan/laporan yang diberikan tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, melalui Kasubag Hukum dan HAM, Muh. Triasmara Akub yang juga kuasa hukum Camat dan Sekcam Bolaang, mengaku bersyukur dengan hasil tersebut.

Menurut Akub, hal itu sebagai bukti bahwa tuduhan-tuduhan yang disampaikan ke publik dan yang dilaporkan tidak benar dan cenderung fitnah.

“Hasil tersebut sudah diprediksi sedari awal karena setelah dipelajari dari awal memang laporan tersebut lemah dan tidak berdasar, jika disandingkan dengan bukti yang diajukan serta fakta hukum yang terjadi,” kata Akub.

Terpisah, Pimpinan Bawaslu Bolmong dari Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu, Jerry S Mokoolang, menjelaskan bahwa kajian Bawaslu serta hasil penyelidikan Sentra Gakkumdu unsur Kepolisian tidak menemukan adanya pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Camat dan Sekcam Bolaang.

“Kami sudah periksa semua pihak terkait tidak ada bukti bahwa Camat dan Sekcam melakukan penggelembungan suara seperti yang disangkakan. Soal salinan C1 yang ada di meja Camat, pasca penghitungan di TPS, salinan tersebut memang harus dipublish, yakni ditempelkan di papan pengumuman. Semua orang bisa mendokumentasikan atau mendapatkan salinan C1,” jelas Mokoolang.

Sebelumnya, Camat Bolaang, Aswanto Gobel mengaku, tuduhan tersebut tidak dilakukannya. “Saya hanya meminta data untuk dimasukan sebagai data desk pemilu,” singkat Camat. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

600 aparat gabungan geledah Pusian dan Toruakat, 8 pucuk senapan angin disita

Puluhan sajam, dan panah wayer juga berhasil diamankan.

Bagikan !

Published

on

BOLMONG, ZONAUTARA.com- Tim gabungan TNI, Polri dan Satpol-PP menggelar operasi geledah kampung di Desa Pusian dan Desa Toruakat, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rabu (9/10/2019).

Operasi yang dipimpin langsung Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan itu menurunkan 600 personil aparat dari Polres Kotamobagu, Kodim 1303/Bolmong dan Satpol-PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong serta aparat kedua desa.

Hasilnya, tim gabungan menemukan 8 pucuk senapan angin dengan kaliber bervariasi antara 4 hingga 5,5 milimeter. Selain itu, aparat juga berhasil menyita 30 pucuk tombak, 10 pucuk parang, dan anak panah wayer sebanyak 40 buah.

“Hasil razia ini akan kita amankan di Polres kotamobagu sebagai barang bukti,” kata Siahaan kepada wartawan usai penggeledahan.

Selain razia sajam dan senapan angin, upaya yang dilakukan aparat keamanan bersama dengan pemerintah yakni melakukan pertemuan tokoh masyarakat serta pemuda dari dua desa tersebut.

Dan, menurut Kapolres, masing-masing pihak berkeinginan melakukan perdamaian. Pasalnya, pertikaian kedua desa yang notabene bersaudara itu membawa efek trauma bagi masyarakat khususnya anak-anak dan perempuan.

“Anak-anak ke sekolah jadi ketakutan. Ibu-ibu juga jadi tidak nyaman ketika ingin ke pasar atau beraktifitas lainnya,” ucap Siahaan.

Lebih lanjut, rencananya, Jumat (11/10/2019), para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta seluruh masyarakat Desa Pusian dan Desa Toruakat akan difasilitasi dan dipertemukan.

“Kita akan buat pertemuan perdamaian antara kedua desa itu. Semua akan kita hadirkan. Pada pertemuan nanti akan dibuat deklarasi perdamaian,” paparnya.

Di sisi lain, terkait pertikaian antara Pusian vs Toruakat, aparat kepolisian sudah mengamankan dua orang tersangka dari masing-masing desa. Keduanya diduga menjadi penyebar berita bohong (hoax) lewat media sosial bernuansa provokatif sehingga berujung pada konflik kedua desa.

“Sementara, untuk tersangka utamanya yang melakukan penganiayaan di dua tempat masih buron. Sedang kita telusuri pelaku penganiayaan sebanyak dua orang pada dua kejadian berbeda. Memang sampai saat ini tersangka masih melarikan diri. Tapi kita pastikan dalam waktu dekat akan kita temukan. Karena identitas sudah kita kantongi,” sahut Kapolres, sembari menegaskan, razia senjata tajam dan senapan angin serta knalpot bising tidak hanya dilakukan di Pusian dan Toruakat.

Tapi akan berkelanjutan ke seluruh wilayah Dumoga bersatu.

“Sampai pada akhirnya, Dumoga raya ini benar-benar aman,” pungkasnya.(itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com