Connect with us
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DATA

Pengguna internet di Indonesia terus tumbuh

Tahun 2018 total pengguna internet sebanyak 171,7 juta orang. Bertambah 27,91 juta dari tahun 2017.

Published

on

Screen capture survei APJII

ZONAUTARA.com – Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil survei kondisi internet di Indonesia. Dari paparan hasil survei itu, pengguna internet di Indonesia terus bertumbuh.

Hal ini seiring dengan penetrasi pembangunan infrastruktur internet yang dibangun baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Pada tahun 2018, APJII mencatat ada sebanyak 171,7 juta pengguna internet, atau sebesar 64,8 persen dari penduduk Indonesia pada tahun itu yang berada pada angka 264,16 juta jiwa.

Angka pengguna internet itu naik dari tahun sebelumnya yakni 143,26 juta pengguna. Hanya dalam tempo satu tahun saja, jumlah pengguna internet bertambah sebanyak 27,91 juta.

Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo),
Niken Widiastuti, menyebut bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia kemungkinan akan terus bertambah. Pasalnya, pembangunan infrastruktur internet terus berjalan.

“Jumlah pengguna akan terus meningkat karena pembangunan Palapa Ring Barat dan Tengah sudah mendekati 100 persen, sementara Palapa Ring Timur sudah mencapai 90 persen,” tutur Niken.

Pulau Jawa masih tetap menjadi penyumbang terbesar populasi pengguna internet Indonesia, dengan provinsi Jawa Barat sebagai penyumbang terbesarnya. Tercatat, 16,6 persen total penduduk yang melek internet di Indonesia adalah warga Jawa Barat. 

ZONA DATA

Impor beras berfluktuatif, hanya turun pada 2017

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com – Dalam debat Pemilihan Presiden 2019, Minggu (17/2/2019), calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) sempat menyebutkan bahwa sejak 2014 impor beras mengalami penurunan.

“Di bidang beras, perlu saya sampaikan juga bahwa sejak 2014 sampai sekarang impor kita untuk beras ini turun,” kata Jokowi.

Namun dalam data yang tersaji di website Badan Pusat Statistik (BPS), impor beras dalam rentang 2000 – 2017 terlihat fluktuatif.

Dilihat dari data BPS tersebut, secara total volume (berat bersih), impor beras ternyata justru sempat menunjukkan angka kenaikan pada tahun 2015 dibanding 2014, dan kenaikan pada 2016 dibanding 2015. Jika data impor beras tahun 2014 tercatat 844.163,7 ton, di tahun 2015 tercatat jumlahnya mencapai 861.601 ton. Bahkan di tahun berikutnya yaitu 2016, angkanya mencapai 1.283.178,5 ton.

Walau demikian pada tahun 2017, impor beras memang mengalami penurunan yang sangat signifikan yakni hanya 305.274,6 ton dari 1,2 juta ton pada tahun sebelumnya.

Sementara secara nilai CIF, masih dari tabel yang sama, kenaikan angka tercatat pada tahun 2016. Di mana jika pada 2015 nilainya adalah 351.602.200 dolar AS, di tahun 2016 tercatat bernilai 531.841.600 dolar AS, dan pada tahun 2017 hanya senilai 143.461,7 dolar AS.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Hosting Unlimited Indonesia

Trending