Connect with us

ZONAPEDIA

Saat hewan langka menyanyikan lagu menyayat hati

Tonton film 3D yang menguggah ini.

Published

on

ZONAUTARA.com – Bagi anda yang sudah menonton film Les Misérables, pasti akan terkenang dengan salah satu soundtracknya “I Dreamed A Dream”.

Mari kita bayangkan jika lirik lagu itu dinyanyikan oleh hewan terancam punah di dunia. Bisakah anda menggambarkannya dalam imajinasi?

Zombie Studio mencoba merekonstruksi imaji itu dalam sebuah film tiga dimensi dengan menggambarkan species terancam punah menyanyikan lagu itu.

Mereka tidak pernah bermimpi bahwa dunia mereka akan berakhir karena campur tangan manusia, tetapi malapetaka mereka semakin dekat. Kita adalah penciptanya, dan jika kita mencoba, kita juga bisa menyelamatkan mereka – pilihan ada di tangan kita.

Mungkin itu adalah fokus dari video musik kecil ‘Dream’ yang dibuat oleh Zombie Studio untuk Wildlife Conservation Film Festival.

Film animasi itu menggugah emosi. Aktor-aktornya adalah binatang – tepatnya hewan langka. Seekor pelican coklat, paus biru, induk badak dengan anaknya, dan sepasang bayi hewan laut yang bermain-main.

Awalnya, mereka semua berada di lingkungan yang bersih di bumi yang alami, tidak ternoda dan indah. Mereka semua hidup dalam mimpi – keluarga badak berlari melewati hutan, pelikan menyentuh permukaan air dan hewan laut bergulung di es. Hidup itu indah dan mereka bermimpi dengan bebas.

Tiba-tiba, orang-orang yang menakutkan dengan mata bersinar menyeramkan muncul, membawa serta kutukan dan kehancuran.

Anjing laut melihatnya terlebih dahulu dan mereka takut pada sosok seperti setan ini. Tanpa ampun, mereka menembus es dan mendarat di ujung kutub.

Di hutan, mereka mengendarai jip mereka dan mengarahkan senjata mereka ke induk badak, dan menembakannya. Benar-benar menyedihkan ketika Anda melihat bagaimana manusia ini datang dan menghancurkan alam tanpa ampun.

Video animasi itu mungkin dapat membuat anda menitikan air mata, tetapi air mata tidak akan membantu. Kita harus lebih bertanggung jawab sebagai manusia. Kita perlu menemukan cara untuk hidup bersama dengan semua spesies secara harmonis.

Kita adalah ancaman bagi satwa liar dan planet ini, kita perlu mengubah peran kita dan menjadi penyelamat jika kita ingin mimpi mereka terus hidup.

Meskipun ini adalah video yang dibuat pada tahun 2016, namun tetap relevan bahkan sekarang karena banyak spesies terus punah di seluruh dunia.

Video yang kuat harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Panggilan untuk perubahan. Pertanyaannya adalah: apakah kita bersedia membawa perubahan itu?

Disadur dari: Powerful animation of endangered animals reveals how humans treat theme

Tonton juga pembuatannya:

Editor: Ronny Adolof Buol

ZONAPEDIA

Menyaksikan Batavia, kota tersohor di Asia Tenggara kala itu lewat Virtual Reality

Merasakan sensasi terbang bersama seekor burung mendatangi kota penting dalam sejarah Nusantara.

Published

on

Rekonstruksi visual Batavia. (@wfm.nl / Rob Tuytel)

ZONAUTARA.com – Museum Westfries di Kota Hoorn, Belanda baru saja membuka pameran untuk memperingati 400 tahun sejak Batavia didirikan. Pameran itu berlangsung pada 30 Mei hingga 5 Januari 2020.

Diberi tajuk “Batavia 1627 VR”, para pekerja multimedia dalam pameran itu berhasil menghidupkan Kota Batavia dalam visualisasi virtual reality.

Pengunjung bisa merasakan sensasi terbang bersama seekor burung dan mendatangi Batavia, kota tersohor dan penting di Asia Tenggara pada masa itu.

Batavia menjadi kota penting dalam perjalanan sejarah Nusantara. Sewaktu Jan Pieterszoon Coen ditunjuk memegang jabatan Gubernur Jenderal VOC pada pertengahan tahun 1618, dia langsung mempersiapkan diri menguasai Jayakarta.

Jayakarta adalah salah satu bandar dagang paling sibuk di Kepulauan Nusantara kala itu. Coen melihat peluang Jayakarta bisa menjadi kota pesisir yang ramai karena lokasinya yang strategis.

Coen ingin memindahkan pusat kegiatan VOC ke Jayakarta yang sebelumnya bernama Sunda Kelapa dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Ini adalah kerajaan Sunda yang berpusat di Bogor dan eksis hingga tahun 1579.

Pada 30 Mei 1619, Coen berhasil mewujudkan keiginannya. Dengan mengerahkan ribuan pasukan VOC, kota pelabuhan milik Kesultanan Banten itu berhasil direbut. VOC menguasai Jayakarta.

Coen kemudian mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, dan menjadikannya sebagai pusat pemerintahan VOC di Nusantara. Pengukuhan nama Batavia berlangsung pada 4 Maret 1621, sekaligus membentuk pemerintahannya.

Dari Batavia inilah kemudian VOC dan Belanda mengendalikan Nusantara hingga berabad-abad sesudahnya. Kota ini kemudian memberi pengaruh penting di kawasan Asia Tenggara.

Banyak rekonstruksi kondisi Batavia kala itu melalui foto dan grafis. Namun “Batavia 1627 VR” dalam pameran yang digelar di kota kelahiran Coen itu, mampu membawa kita menikmati kondisi Batavia saat itu dalam tampilan 3D.

Cuplikan videonya dapat dilihat disini:

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com