Connect with us

ZONA DAERAH

Pelita Tomohon buka puasa bersama umat muslim di Kampung Jawa

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comUpaya untuk melestarikan perdamaian dan kerukunan di Kota Religius terus dilakukan Forum Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kota Tomohon.

Jumat (31/5/2019), organisasi yang beranggotakan para pemuda lintas iman di Kota Tomohon ini pun melakukan buka puasa bersama umat muslim di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tomohon Selatan.

Ketua Forum Pelita Kota Tomohon Toar Pangkey ST, MT mengatakan, buka puasa bersama ini merupakan bentuk solidaritas bersama umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Kerukunan ini harus dijaga. Salah satunya melalui buka puasa bersama umat muslim di Kota Tomohon, khususnya yang ada di Masjid Nurul Iman Kelurahan Kampung Jawa ini,” ujarnya.

Pangkey pun menjelaskan, Forum Pelita merupakan wadah berkumpulnya para pemuda lintas iman yang ada di Kota Tomohon, yang dibentuk oleh para pemuda-pemuda yang peduli terhadap kondisi bangsa.

“Kami meminta dukungan dalam pelaksanaan program Forum Pelita dan juga mendukung program-program dari Pemerintah Kota Tomohon, khususnya dalam menjaga kerukunan dan perdamaian di Kota Religius ini,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Tomohon Ir Harold V Lolowang M.Sc, M.Th yang turut hadir dalam kesempatan itu pun mengaku berbangga dan berbahagia bisa hadir untuk berbuka puasa bersama umat muslim di Kampung Jawa yang diprakarsai oleh Forum Pelita Kota Tomohon.

Dia mengatakan, dalam upaya menjaga toleransi, ada tiga pilar yang harus diperhatikan.

Yang pertama, kata Lolowang, yakni kerukunan dalam agama itu sendiri. Kemudian, kerukunan antaragama dan yang ketiga kerukunan agama dengan pemerintah

“Jika tiga pilar ini terjadi, maka daerah itu dikatakan memiliki toleransi agama yang luar biasa dan Tomohon sudah memiliki itu,” ujar Lolowang.

Apalagi, kata Lolowang, dengan adanya Forum Pelita yang diprakarsai oleh semua pemuda dari seluruh agama yang ada di Kota Tomohon.

“Kita berbangga beberapa waktu lalu Tomohon bisa menjadi Kota Harmoni dan Kota Toleran. Kita bangga, ini terjadi oleh karena kita memiliki toleransi antaragama yang luar biasa indah dan memiliki hubungan yang erat sekali, jadi ini merupakan satu hal yang berbahagia.

Perbedaan itu, lanjut Lolowang, adalah untuk menjadi serba-serbi yang indah,” pungkasnya.

Ketua Badan Takmir Masjid (BTM) Nurul Iman Agus Salim Saleh S.Pd mengatakan, momen kebersamaan saat ini merupakan kebanggaan bagi sesama umat beragama.

“Itu penting bagi kita mengimplementasikan hubungan antar sesame umat beragama. Silahturahmi kita mantapkan melalui buka puasa bersama ini,” ungkapnya.

Dia pun mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas perhatian, serta bantuan dari Forum Pelita dan juga Pemerintah Kota Tomohon tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten Satu Setda Kota Tomohon Drs ODS Mandagi, jajaran Forum Pelita Kota Tomohon, pengurus BTM Nurul Iman Kampung Jawa, serta para pemuda dan remaja masjid.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com