Connect with us

ZONA DAERAH

Eman-SAS: Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comWali Kota Jimmy Feidie Eman dan Wakil Wali Kota (Wawali) Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H Tahun 2019 kepada umat muslim, khususnya yang ada di Kota Tomohon.

Wali Kota Eman mengatakan, setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan, maka tibalah saatnya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri yang menjadi simbol kemenangan bagi umat muslim.

Hari kemenangan ini menjadikan umat muslim seperti terlahir kembali dengan fitrah kemanusiaan yang suci dan bersih dari dosa.

“Lebaran adalah saat di mana kita kembali fitrah, yakni seperti bayi yang suci dan bebas dari dosa. Perayaan Idul Fitri ini menjadi momen penuh makna untuk saling introspeksi diri dan memaafkan.
Serta, menjalani hari-hari ke depan yang penuh arti sesudah Lebaran,” ungkapnya.

Eman pun mengungkapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada segenap umat muslim yang turut memberikan kontribusi positif dalam menjaga dan mempertahankan keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kerukunan, serta berjuang dalam pembangunan di Kota Tomohon.

Menurut Eman, melalui Kitab suci Al-Quran yang mengajarkan kepada seluruh umat muslim, selain taat kepada Allah juga harus taat kepada pemimpin.

Apalagi, kata dia, jika pemimpinnya selalu mengajak kepada hal-hal kebaikan yang membawa kesejahteraan baik bagi diri pribadi maupun untuk sesama.

Eman menjelaskan, sebagai umat beragama diharuskan untuk senantiasa menggalang persatuan dan kesatuan dalam konteks percepatan pembangunan daerah.

Sehingga, Eman mengingatkan, bahwa tantangan pembangunan saat ini semakin berat dan kompleks, seiring dengan tuntutan dan dinamika kehidupan berbangsa dan bermasyarakat di Kota Tomohon.

“Oleh karena itu, marilah kita terus bersinergi membangun daerah, dengan memberikan karya dan pengabdian terbaik bagi terwujudnya masyarakat Kota Tomohon yang religius, mandiri, sejahtera, berwawasan lingkungan dengan konsep pembangunan berkelanjutan dan mendunia. Selamat Hari Lebaran 1440 H,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Bolmong Raya

Mutasi jabatan di Bolmong terganjal assessment

Masaih ada 15 pejabat yang belum ikut assessment.

Published

on

Bupati Bolmong, Yasto Soepredjo. (Foto: Zonautara.com/Itd)

BOLMONG, ZONAUTARA.com – Isyarat mutasi jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) yang rencana digelar pasca libur dan cuti bersama lebaran, masih tertunda.

Pasalnya, dari hasil open recruitment di Kantor BKN Regional XI Manado beberapa waktu lalu, masih terdapat beberapa peserta yang belum mengikuti assessment test.

“Sehingga pelaksanaan mutasi jabatan baik berupa pergeseran maupun promosi jabatan, masih menunggu hasil dari pelaksanaan assessment dalam waktu dekat ini,” kata Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow, saat memimpin apel kerja perdana Pemkab Bolmong, Senin (10/6/2019).

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bolmong, Tahlis Gallang menuturkan, dari 54 peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama, 15 diantaranya belum mengikuti assessment.

Menurut Tahlis, assessment atau psikotes merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi seorang pejabat pimpinan tinggi pratama.

“Hasil assessment sangat menentukan seseorang layak atau tidak memegang satu jabatan. Karena meskipun dari hasil seleksi panitia memberikan nilainya tinggi, mulai dari makalah hingga pemeparan dapat nilai bagus, tapi hasil assessment dinyatakan tidak layak, maka otomatis yang bersangkutan gugur,” tutur Tahlis Gallang.

Rencananya, assessment akan digelar di Mapolda Sulut, di Manado dalam waktu dekat ini. Pemkab Bolmong sudah menyurat ke Polda Sulut.

“Kita minta assessor dari Polri. Nanti kita yang fasilitasi. Rencana kita akan gelar minggu depan. Setelah pelaksanaan assessment hanya menunggu sepekan hasilnya sudah ada. Hasilnya itu murni,” sahutnya.

Di sisi lain, panglima ASN Bolmong ini menyebutkan, dari 15 yang belum assessment, ada beberapa yang sudah pernah ikut. Hanya saja, hasilnya sudah kadaluarsa. Hasil assessment hanya berlaku dua tahun. Lewat dua tahun, maka harus ikut lagi.

“Kepala daerah selaku user pun tidak bisa mengabaikan hasil assessment. Karena dari Komisi ASN akan menolak jika nama yang diusulkan untuk dilantik tidak mengantongi sertifikat assessment. Itu harus dilampirkan,” tandas Tahlis Gallang. (itd)

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com