Connect with us

POJOK RONNY

Ayo kerja lagi layani masyarakat

Sanksi menanti jika masih menambah libur.

Published

on

pixabay.com

Libur panjan bagi aparatur sipil negara (ASN), baik itu pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak sudah berakhir. Hari ini harus masuk kerja lagi. Tidak ada alasan.

Sudah cukup libur yang diberikan pemerintah. Seminggu lamanya. Dan selama itu pula pelayanan kepada masyarakat terbatas. Kini pelayanan itu harus kembali normal.

Tidak ada alasan apapun untuk menambah libur dan tidak masuk kantor. Tentu pengecualian bagi yang berhalangan berat.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sudah mewanti-wanti. Bagi ASN yang tidak masuk kantor hari ini, ada sanksi yang menanti.

Sanksi itu mulai dari ringan hingga sanksi berat yang berujung pemecatan. Sebagai pegawai yang menerima gaji dari negara, sudah barang tentu sanksi itu harus dihindari. Caranya, ya masuk kerja.

Sebagai pelayan masyarakat, ASN harus sungguh-sungguh mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya. Tujuannya agar aktifitas dan kepentingan masyarakat terlayani.

Begitu pula, kedisplinan ASN akan menjamin jalannya birokrasi pemerintahan bekerja secara optimal.

Gaji yang diterima oleh ASN itu dibayarkan dari pajak masyarakat. Oleh karena itu, wajar pula jika masyarakat ikut mengawasi agar ASN tidak lagi menambah libur.

Ayo bekerja.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

POJOK RONNY

Jabat tangan

Senyum yang diekspresikan Mega sewaktu menyambut tangan SBY dengan mata sembab karena duka, adalah kesejukan.

Published

on

Foto: pixabay

Moment menyejukkan itu terjadi kemarin (Minggu, 2 Juni 2019). Di Taman Makam Pahlawan Kalibata. SBY menjabat tangan Mega. Atau bisa juga sebaliknya. Atau biar terasa sejuk, bilang saja keduanya berjabat tangan.

Publik merespon positif. Ini peristiwa penting. Penting, karena kita sudah jenuh dengan hiruk pikuk politik saat ini. Kedua tokoh itu berseberangan pandangan politik.

Sejak SBY keluar dari kabinet Mega, sejak itu hubungan keduanya dingin. Lama publik menanti keduanya bersalaman, jabat tangan.

Dan lagi-lagi TMP Kalibata jadi tempatnya. Saat upacara pemakaman almarhumah Kristiani Herawati atau Ani Yudhonoyono, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pernah sebelumnya keduanya berjabat tangan juga di Kalibata, saat 9 Juni 2013 sewaktu pemakaman Taufiq Kiemas, suami Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Mega).

Senyum yang diekspresikan Mega sewaktu menyambut tangan SBY dengan mata sembab karena duka, adalah kesejukan. Publik berharap semoga setelah ini keduanya akur.

Harapan itu menyeruak ditengah gugatan hasil Pemilihan Presiden. SBY ada di kubu Prabowo, Mega di kubu Jokowi. Keduanya adalah tokoh bangsa. Sejatinya menunjukkan sikap bijak.

Peristiwa kemarin itu tak hanya soal jabat tangan. Tapi bisa menjadi simbol positif, rujuknnya para tokoh bangsa. Kesejukan suasana itu akan berimbas pada situasi damai.

Kedamaian diperlukan agar bangsa ini bisa melanjutkan cita-citanya: mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia.

Ibu Ani telah berpulang. Jenazahnya telah dimakamkan. Dan di sana, dia akan tersenyum. Bukan saja hanya karena dia adalah pahlawan bagi suami, keluarga dan juga bangsa ini, tetapi mampu membawa pesan kesejukan dan kedamaian.

Kesejukan dan kedamaian itu pula yang harus hadir sebentar lagi. Puasa akan berakhir. Kemenangan akan diraih bagi mereka yang bersungguh-sungguh memperjuangkannya.

1 Syawal 1440 hijriah sudah tiba, saatnya merayakan kemenangan di Idul Fitri. Dan sebagaimana kita orang Indonesia, kemenangan itu kita rayakan dengan berjabat tangan, sambil memaaf-maafkan.

Selamat merayakan Idul Fitri 1440 hijriah

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com