Connect with us

ZONA DAERAH

Pelaku coblos dua kali dijeblos ke sel

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Setelah divonis oleh Pengadilan Tinggi (PT) Manado dan memperoleh kekuatan hukum tetap, pelaku coblos dua kali, yakni lelaki Lucki S Wurangian, warga Kecamatan Tomohon Barat, akhirnya dijebloskan ke penjara.

Eksekusi terhadap pelaku pun dilakukan Tim Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tondano, Senin (10/6/2019).

Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko ketika dikonfirmasi melalui Kepa Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Dian Subdiana membenarkan hal tersebut.

“Iya, terpidana sudah kami eksekusi ke Lapas Tondano,” ujar Subdiana, didampingi Jaksa David Andrianto.

Menurut dia, dalam mengeksekusi terpidana, pihaknya turut didampingi personel dari Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Tomohon.

“Terpidana akan menjalani hukuman sebagaimana putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Manado,” pungkasnya.

Diketahui, Lucki divonis harus menjalani kurungan penjara selama satu bulan dan membayar denda Rp2 juta subsider satu bulan penjara setelah dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana Pemilihan Umum (Pemilu) pencoblosan di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda pada 17 April 2019 lalu.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

ZONA DAERAH

Tokoh agama disebut ujung tombak penanganan konflik sosial

Published

on

Rakor Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. (Foto: zonautara.com/Christo Senduk)

TOMOHON, ZONAUTARA.comTokoh agama dan masyarakat dinilai merupakan ujung tombak dalam penanganan konflik sosial di masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial dengan Tokoh Masyarakat se-Kota Tomohon, di Anugerah Hill, Rabu (23/10/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman mengatakan, tokoh agama dan memiliki peran paling penting dalam menciptakan keamanan.

“Itu disampaikan di setiap acara,
sampaikan di mimbar. Itu yang paling di dengar,” ujar Eman.

Menurut Eman, hal itu diamatinya selama beberapa tahun terakhir.

“Bagaimana mereka bisa menemukan suasana, bagaimana mereka bisa mengajak, bagaimana mereka bisa mengajak untuk mendukung program pemerintah,” katanya.

Namun begitu, lanjut Eman, yang utama dalam menciptakan suasana yang aman itu adalah seluruh masyarakat.

Sehingga, Eman pun meminta dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari konflik sosial.

“Kunci keberhasilan juga ada di jemaat dan umat. Mari kita saling menginstrospeksi diri dan saling mengingatkan,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan membentuk Tim Terpadu Penanganan Konflik yang bertugas untuk mengkoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan dan mengawasi penanganan konflik dalam skala Kota Tomohon.

Selain itu, tim ini juga bertugas untuk memberikan informasi kepada publik tentang terjadinya konflik dan upaya penanganannya, serta melakukan upaya pencegahan melalui sistem peringatan dini.

“Mereka juga akan bertugas untuk menyikapi berbagai gangguan keamanan di Kota Tomohon secara dini dan mengantisipasi berbagai ancaman yang potensial dan nyata di daerah,” pungkasnya.

Turut hadir dan menjadi narasumber dalam kegiatan ini Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf. Slamet Raharjo, Wakapolres Tomohon Kompol Deesy Bolang, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Tomohon Dian Subdiana, serta Kabid Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Provinsi Sulawesi Utara Robby Tombokan.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com