Connect with us

EDITOR'S PICK

Aksi heroik Lams dan crew kapal melepas hiu paus kendati robek jaring

Hiu paus adalah jenis ikan yang dilindungi dan berukuran sangat besar.

Published

on

Hiu paus yang terjerat di jaring. (Foto: Lams Lahengkang)

MANADO, ZONAUTARA.com – Lams Lahengkang yang menahkodai kapal penangkap ikan KM Gosyen 1 sadar bahwa ikan besar yang terjerat di jaring yang mereka tebar adalah hewan laut yang dilindungi.

“Waktu jaring kami lepaskan, tiba-tiba ada crew yang sedang berada di air berteriak kalau ada ikan besar. Saya bilang tenang jangan panik,” cerita Lams sewaktu dihubungi Zonautara.com, Jumat (14/6/2019).

Mereka awalnya tidak tahu ikan jenis apa yang sedang terjerat itu. Kemudian mereka mencoba menariknya ke permukaan laut, dan ternyata jenis hiu paus.

“Saya minta segera dilepaskan, sebab saya tahu itu ikan dilindungi,” ujar Lams.

Tindakan Lams itu harus mengorbankan jaring penangkap ikan mereka. Karena kondisi hiu paus yang berukuran besar itu, jaring terpaksa harus dirobek.

Kejadian itu terjadi pada Kamis (6/6) lalu, saat mereka sedang menangkap ikan di perairan Maluku.

Kapal penangkap ikan yang dinahkodai Lams berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa Manado. Ijin tangkap mereka hingga ke perairan laut Maluku.

Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan salah satu jenis ikan yang dilindungi di Indonesia. Jenis ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No 8 tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus.

Perlindungan terhadap hiu paus sebagai tindakan untuk menghindari ancaman kepunahan ikan tersebut di habitat alam dan menjaga keanekaragaman hayati jenis ikan di Indonesia.

Penelitian mengenai jenis ikan hiu ini masih sangat minim akibat sulitnya mempelajari siklus hidupnya yang cenderung migrator dan hidup soliter.

Diperkirakan jumlahnya makin berkurang dikarenakan mudahnya ikan ini tertangkap secara tidak sengaja (bycatch) oleh nelayan karena ukurannya yang besar dan gerakannya yang lambat.

Hiu paus juga masuk dalam Appendiks II CITES dan juga termasuk kedalam daftar merah IUCN dengan kategori Rentan (Vulnerable), karena memiliki karakter yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih.

Hiu paus adalah predator tingkat trofik tinggi dalam ekosistem pesisir dan lautan terbuka.

Manfaat dari penetapan status perlindungan penuh ikan ini adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem (rantai makanan) perairan laut, menjaga kelestarian biota laut langka (eksotik), menjaga nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan dan lingkungan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata bahari.

Apa yang dilakukan Lams dan para crew kapalnya, semestinya mendapat apresiasi yang besar.

Editor: Ronny Adolof Buol

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

EDITOR'S PICK

Risalah susunan kabinet Jokowi yang beredar adalah hoaks

Presiden terpilih Joko Widodo hingga kini belum mengumumkan nama-nama calon menteri.

Published

on

ZONAUTARA.com – Dua hari belakangan beredar luas sebuah berkas berformat pdf yang didalamnya terdapat struktur rancangan susunan kabinet kerja jilid II Jokowi-Ma’ruf periode 2019-2024.

Berkas dengan kop Koalisi Indonesia Maju Republik Indonesia dengan logo Garuda Pancasila itu, dishare melalui jejaring sosial dan group-group di aplikasi percakapan.

Dalam berkas itu, tercantum nama-nama yang terpilih dari hasil rapat pengangkatan menteri Joko Widodo-Ma’ruf Amin, di Sentul City International Convention Center, Bogor, Minggu (14/7).

Dalam daftar itu terdapat sejumlah nama menteri petahana diantaranya yakni Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono.

Lalu ada pula nama lama dengan jabatan baru, yakni Seskab Pramono Anung menjadi Mensesneg, Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Negara dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang dipasang sebagai Menko Perekonomian.

Selain itu, ada sejumlah nama baru muncul dalam kabinet ini yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prananda Prabowo, Menteri Pariwisata Dedi Mulyadi, Menteri Perindustrian Soetrisno Bachir, Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Grace Natalie.

Jangan percaya itu hoaks

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat memastikan beredarnya daftar menteri Kabinet Kerja Jilid II yang tersebar luas di media sosial dan grup-grup whatsapp adalah informasi yang tidak benar atau hoaks.

Djarot juga menyebut berkas berformat pdf yang tersebar sejak Selasa (17/7) tersebut adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya.

“Wah opo ini, enggak, enggak,” kata Djarot, saat ditemui di Kantor DPD PDIP Jawa Timur, Surabaya, Rabu (17/7), dikutip dari CNN.

Situs Kominfo juga memuat klarifikasi soal berkas pdf itu dan menegaskan bahwa itu hoaks. Kominfo mengutip pernyataan Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Kemenangan Nasional (TKN), Usma Kansong yang menyebut bahwa informasi yang beredar itu tidak benar.

Presiden terpilih Joko Widodo dan pasangannya wakil presiden terpilih Ma’ruf Amin hingga kini belum mengumumkan nama-nama calon menteri mereka.

Editor: Ronny Adolof Buol

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com