Connect with us

ZONA DAERAH

Pemkot-Sinode GMIM rapat di Menara Alfa Omega, ini yang dibahas

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon yang dipimpin langsung Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman menggelar rapat bersama Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (17/6/2019).

Menariknya, rapat yang dihadiri Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt. Every Tangel, Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Hubungan Kerjasama Pdt Ventje Talumepa, jajaran BPMS GMIM, para Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW), Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Tomohon Harold V. Lolowang bersama jajaran Pemkot Tomohon ini digelar di Menara Alfa Omega.

Eman mengatakan, rapat tersebut digelar untuk menindaklanjuti perbincangan dengan Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina.

“Di mana, bagaimana kita memaksimalkan pemanfaatan Menara Alfa Omega secara berkelanjutan,” ujar Eman.

Selain itu, kata dia, rapat tersebut pun membahas pemeliharaan salah satu kekayaan Kota Tomohon, yakni Gereja Sion.

“Juga soal pemeliharaan dan pemanfaatan taman di kompleks Menara  Alfa Omega,” jelasnya.

Emna menambahkan, rapat tersebut pun turut dibahas soal pemindahan makam Ds Nicolas Philip Wilken yang merupakan penginjil, pejuang pendidikan di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

Rata-rata air di sumur mengering

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com