Connect with us

ZONA DAERAH

Pemkot-Sinode GMIM rapat di Menara Alfa Omega, ini yang dibahas

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon yang dipimpin langsung Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman menggelar rapat bersama Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (17/6/2019).

Menariknya, rapat yang dihadiri Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt. Every Tangel, Wakil Ketua BPMS GMIM Bidang Hubungan Kerjasama Pdt Ventje Talumepa, jajaran BPMS GMIM, para Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW), Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Tomohon Harold V. Lolowang bersama jajaran Pemkot Tomohon ini digelar di Menara Alfa Omega.

Eman mengatakan, rapat tersebut digelar untuk menindaklanjuti perbincangan dengan Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina.

“Di mana, bagaimana kita memaksimalkan pemanfaatan Menara Alfa Omega secara berkelanjutan,” ujar Eman.

Selain itu, kata dia, rapat tersebut pun membahas pemeliharaan salah satu kekayaan Kota Tomohon, yakni Gereja Sion.

“Juga soal pemeliharaan dan pemanfaatan taman di kompleks Menara  Alfa Omega,” jelasnya.

Emna menambahkan, rapat tersebut pun turut dibahas soal pemindahan makam Ds Nicolas Philip Wilken yang merupakan penginjil, pejuang pendidikan di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com