Connect with us

ZONA DAERAH

Eman tekankan empat poin ini di Rakor Pengawasan Internal

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Internal di Aula Inspektorat Kota, Selasa (18/6/2019).

Dalam kesempatan tersebut, ada empat poin yang ditekankan oleh Eman. Pertama, perencanaan pembangunan sesuai Pasal 2 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun 2010.

Kedua, perangkat daerah harus menyusun perencanaan yang berkualitas harus ada output dan outcome.

Ketiga, penyusunan laporan keuangan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010.

Keempat, kepala perangkat daerah harus dapat melaksanakan fungsi pengawasan internal sebagaimana Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah

“Aparatur Pengawasan Internal Pemerintah Daerah (APIP) merupakan instansi pengawasan yang berperan sangat penting dan menjadi ujung tombak dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan daerah yang sehat bersih dan bebas dari KKN,” ujar Eman.

APIP yang efektif lanjut wali kota, adalah memberikan keyakinan yang memadai atas ketaatan kehematan, efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah.

APIP harus memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah, memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah serta mendukung Good Governance dan Clean Government.

“Untuk itu, diperlukan  kebijakan, perencanaan, penganggaran, pengawasan, SDM, Peralatan dan SOP,” pungkasnya.

Sebagai narasumber, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesu Utara Sofyan Antonius dan Johanes Tukijan, serta Vera Lumi.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

ZONA DAERAH

BPBD Tomohon belum terima laporan kerusakan pascagempa

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comGempa bermagnitudo 7,1, yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut), Jumat (15/11/2019) dini hari, cukup menghebohkan masyarakat.

Salah satunya di Kota Tomohon. Namun begitu, hingga saat ini, tidak ada kerusakan maupun korban pascagempa  yang disusul dengan peringatan tsunami tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon Robby Kalangi mengatakan, pihaknya belum menerima adanya laporan soal kerusakan maupun korban dalam peristiwa ini.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan,” ujar Kalangi, Jumat (15/11/2019) sore.

Namun begitu, kata Kalangi, pihaknya pun tetap waspada jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada jika terjadi gempa susulan,” tuturnya.

Diketahui, gempa susulan masih terus terjadi dan dirasakan oleh masyarakat di Kota Tomohon dan juga di sejumlah wilayah di Sulut.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com