Connect with us

ZONA DAERAH

Pemkot Gorontalo studi komparatif di Tomohon

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melakukan Studi Komparatif di Kota Tomohon, Kamis (27/6/2019).

Rombongan Pemkot Gorontalo yang dipimpin Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Yusrianto Kadir ini pun diterima oleh Sekkot Tomohon Harold V. Lolowang, di Ruang Rapat Mal Pelayanan Publik (MPP) Wale Kabasaran.

Kadir mengatakan, peserta studi komparatif tersebut merupakan para Kabag, Camat dan Lurah di lingkungan Pemkot Gorontalo.

“Tujuan studi komparatif ini dalam rangka mengoptimalkan peran kecamatan dan kelurahan sebagai organisasi perangkat daerah dan penigkatan pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekkot Lolowang dalam kesempatan itu memaparkan terkait MPP Kota Tomohon.

Menurut Lolowang, MPP Kota Tomohon yang bernama Wale Kabasaran merupakan salah satu kebijakan atau komitmen Pemkot Tomohon dalam menindaklanjuti gagasan yang terinspirasi dari program Nawacita Presiden RI Joko Widodo, yang berupaya untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan.

“MPP Kota Tomohon adalah yang ke- 6 di Indonesia dan yang pertama di Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

ZONA DAERAH

Kebudayaan aset penting dalam pembangunan daerah

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.comPemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbuda) menggelar Seminar Peningkatan Kapasitas Budaya Daerah, dilaksanakan di Hotel Wise Tomohon, Jumat (19/7/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman yang diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) H.V. Lolowang, hadir dalam seminar tersebut.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, masyarakat Tomohon memiliki tradisi dan kearifan lokal budaya yang sangat kaya dan hidup. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar yang kuat untuk pengembangan kebudayaan.

Menurut Lolowang, kebudayaan harus dianggap sebagai aset penting yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Masyarakat Tomohon hanya dapat menjadi masyarakat yang besar apabila mampu mewujudnyatakan kebudayaan ke dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kebudayaan daerah menghadapi tantangan, yaitu ketika kekuatan budaya lokal, kearifan lokal, nilai-nilai tradisional dianggap tidak lagi relevan, hingga mulai diabaikan oleh pelaku budayanya.

“Diperlukan sebuah terobosan yang baru dari pelaku budaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang ada agar tidak terbawa arus globalisasi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Pemkot Tomohon melalui Dikbuda Kota Tomohon bersama Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya melaksanakan Seminar Nasional untuk membahas budaya lokal yang ada di Kota Tomohon sebagai upaya peningkatan kapasitas budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat.

“Pemkot Tomohon memberikan apresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya yang telah memberikan kesempatan kepada Pemkot Tomohon dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkasnya.

Turut hadir juga pada kegiatan ini Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana D. Karwur, Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Madjmuddin Ramly, para tokoh-tokoh pemerhati budaya dan akademisi di Kota Tomohon.

Editor : Christo Senduk

Continue Reading

DATA KITA

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com