Connect with us

Serba Serbi

Babi aneh bermata satu berwajah mirip badak, di peternakan di Kalasey

Induk dan pejantan serta 12 ekor anak babi lainnya normal.

Bagikan !

Published

on

Anak babi berwajah mirip badak dan bermata satu. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MINAHASA, ZONAUTARA.com – Seekor anak babi terlahir aneh. Wajahnya mirip dengan wajah badak. Lebih aneh lagi, mata anak babi ini hanya satu.

Menurut penjaga kandang Novli Rumondor (38), baru kali ini selama dia menjadi pekerja di peternakan babi menemui hal aneh seperti ini.

“Heran juga, baru kali ini bentuknya sangat aneh,” ujar Novli saat ditemui Sabtu (30/6/2019) malam, di kandang yang berada di desa Kalasey, kecamatan Mandolang, Minahasa.

Novli yang menjaga babi ternak milik Denny Robial, warga Tateli itu menerangkan, induk dan pejantan babi aneh itu dalam kondisi normal dan tidak ada yang cacat.

“Induknya melahirkan 13 ekor anak babi kemarin sore (Jumat, 29/6). Yang 12 ekor itu nornal semua, hanya satu ini yang aneh,” jelas Novli.

Karena terlihat lemah, Novli memindahkan anak babi itu di tempat terpisah. Dia khawatir, anak babi itu akan tersisih karena lemah.

“Jadi saya pindah di loyang ini, dan saya beri minum susu, disuap,” kata Novli.

Denny pemilik induk babi itu mengaku kaget saat mendengar kabar ada anak babi yang kondisinya tidak seperti anak babi lainnya.

“Saya tidak tahu apa penyebabnya. Semoga saja anak babi itu bertahan hidup,” kata Denny.

Jika diperhatikan, wajah babi itu memang mirip badak. Mulutnya yang cacat seperti cula badak. Matanya terlihat menyatu di tengah, meski nampak pula kedua bola matanya.

Di lokasi babi aneh itu terdapat beberapa peternakan babi milik warga setempat. Novli sendiri dipercayakan merawat 20 ekor induk babi.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Serba Serbi

Tengkorak Yaki berbahan fiber ini dijual murah

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Upaya menjaga kelestarian dan semangat mengangkat budaya lokal yang berjalan beriringan, memberikan inspirasi kreatif bagi Renaldo Kumendong. Tari Kabasaran yang makin digandrungi kalangan generasi muda tentu membuat permintaan aksesoris untuk melengkapi hiasan kostum jadi sangat dibutuhkan.

Aldo, demikian sapaan akrabnya, mengganggap aksesoris Kabasaran yang tertentu tak harus asli. Kalau semuanya harus asli, seperti tengkorak yaki (macaca nigra), justru bisa merusak kelestarian ekosistem.

“Kalau ada grup Kabasaran yang baru dibentuk, misalnya anggotanya ada 6 orang, berarti akan ada 6 yaki yang diburu. Semangat mengangkat budaya lokal Minahasa sudah baik, tapi tindakan memburu satwa yang dilindungi itu tidak terpuji. Itulah mengapa saya bereksperimen dengan membuat tengkorak yaki dari bahan fiber,” kata Aldo, yang juga pentolan Sanggar Vox Teater Club.

Harga satu tengkorak yaki dijualnya murah, yaitu hanya Rp 100.000. Untuk bahan, fiber cair dipesannya dari Surabaya karena di Manado belum dijual. Ia mencampurkan fiber cair dengan satu bahan lagi yang dirahasiakan untuk membuat hasil cetakan jadi sangat kuat.

Proses pembuatannya tidak lama. Malah, imbuhnya, kalau ada yang ingin memesan, bisa ditunggu karena hanya memakan waktu 10 menit pengerjaannya. Sebenarnya bukan hanya tengkorak yaki yang bisa dibuat. Aksesoris lain seperti taring juga bisa.

“Selain bisa untuk keperluan aksesoris Kabasaran, tengkorak fiber bisa juga menjadi bahan pajangan yang artistik. Bagi yang tertarik dan ingin memesannya bisa datang ke sekretariat Sanggar Vox Teater Club yang beralamat di SMK Negeri 4 Manado,” ujarnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com