Connect with us

ZONA DAERAH

Tomohon Internasional Flower Festival bergema di Bali

Published

on

BALI, ZONAUTARA.comPromosi iven pariwisata Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) ke-9 tahun 2019 gencar dilakukan. Salah satunya melalui Roadshow dan Fun Walk yang dilakukan di Denpasar, Bali, Minggu (30/6/2019).

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman didampingi Wakil Wali Kota (Wawali) Syerly Adelyn Sompotan dan Ketua Umum Panitia TIFF ke-9 tahun 2019 Angelica Tengker berjalan sambil mempromosikan kepada masyarakat dan wisatawan yang sedang berolahraga saat Car Free Day.

Roadshow dan Fun Walk tersebut pun menampilkan ikon TIFF, yaitu bunga Krisan.

Angelica mengatakan, Kota Tomohon dengan iven TIFF telah menambah khasanah pariwisata Indonesia yang ditunjang dengan keindahan objek wisata.

Menurut dia, Pemkot Tomohon pun telah melengkapi akomodasi pariwisata yang representatif. Namun, kata dia, yang utama adalah keramahan masyarakat yang dikenal dengn smiling people.

“Tomohon juga dikenal dengan daerah yang aman dan sangat baik untuk iven pariwisata dan tahun ini kembali dilaksanakan TIFF dalam menunjang pariwisata Indonesia,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, iven TIFF ini telah masuk dalam 100 calendar of event Kementerian Pariwisata RI.

“TIFF ke-9 ini akan berlangsung pada tanggal 7 sampai 12 Agustus 2019. Untuk itu, kita undang semua masyarakat di Bali, wisatawan di Bali untuk hadir dan membantu mempromosikan iven ini, dengan main event adalah TOF atau parade kendaraan hias dan sejumlah side event,” jelasnya.

Roadshow dan Fun Walk di Bali ini pun dimaksudkan untuk lebih meluaskan informasi soal TIFF yang merupakan agenda strategis dan menjadi awal kegiatan TIFF.

Sementara itu, Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman dalam sambutannya mengatakan, TIFF 2019 ini merupakan kegiatan ke-9 yang dilakukan Pemkot dan masyarakat Kota Tomohon.

Menurut Eman, kehadiran di Bali ini adalah untuk mensosialisasikan acara yang akan kita laksanakan.

“TIFF banyak dapat dukungan salah satunya dari Kementerian Pariwisata RI,
sehingga TIFF 2019 ini menjadi calendar  event. Dukungan juga dari perbankan BRI, yaitu Bank Sulut dan Bank Prismadana, yang artinya TIFF makin banyak digemari dan didukung,” ujarnya.

Eman berharap, kesuksesan akan diraih dan Kota Tomohon yang indah semakin dikenal di Indonesia dan internasional.

Sejumla negara, lanjut Eman, pun sudah mengonfirmasi untuk ikut memeriahkan TIFF 2019, di antaranya Amerika.

“Mereka siap berpartisipasi untuk ikut TIFF, begitu juga Pemerintah Daerah di Sulut yang hadir saat ini yang terus memberikan support. Sebagai Wali Kota, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terus mendukung TIFF,” ungkapnya.

Dia menegaskan, pelaksanaan TIFF tersebut intinya untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat secara khusus dan secara umum untuk kemajuan Sulawesi Utara.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Zona Bolmong Raya

Krisis air bersih di Bolmong terus maluas

Rata-rata air di sumur mengering

Bagikan !

Published

on

By

BOLMONG,ZONAUTARA.com– Kekeringan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) semakin membawa dampak buruk bari warga. Salah satunya adalah krisis air bersih.

Baru-baru ini, 300 jiwa di Desa Bolangat Timur, Kecamatan Sangtombolang harus mendapatkan suplai air bersih dari pemerintah kabupaten.

Pasalnya, semua sumber air bersih seperti sumur yang biasa digunakan sedikitnya 90 kepala keluarga (KK) di desa itu rata-rata mengering. Ada juga yang airnya mengeruh sehingga tidak layak dikonsumsi.

Kali ini, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, dua desa di Kecamatan Passi Barat juga mengalami hal yang sama, yaitu Bintau dan Wangga.

Kepala Seksi Tanggap Darurat, BPBD Bolmong Abdul Muin Paputungan menyebutkan, untuk Desa Bintau sudah dilakukan assessment dan hasilnya, 90 persen sumur sudah mengering.

Sisanya, air yang keluar tidak layak lagi dikonsumsi karena sudah keruh. Sehingga ditetapkan, layak dan memenuhi kriteria untuk mendapai suplai air bersih.

“Untuk Desa Wangga, laporannya baru masuk hari ini. Dan akan dilakukan assessment besok pagi,” kata Abdul Muin, Selasa (17/09/2019).

Selain dua desa tersebut, info yang diterima BPBD juga ada satu desa di Kecamatan Bolaang, yakni Desa Ambang II. Hanya saja, menurut Abdul Muin, info yang diterima BPBD baru secara lisan.

Prosedurnya, menurutnya, harus dilaporkan secara resmi melalui surat, dengan melampirkan dokumen pendukung lain, seperti jumlah kepala keluarga dan jumlah jiwa yang terdampak.

Itu bertujuan agar pihak PBBD bisa menghitung jumlah kebutuhan air bersih yang akan disalurkan.

“Jadi intinya, setelah menerima laporan resmi dari pemerintah desa, kemudian kita lakukan peninjauan langsung di lapangan dan hasilnya kita laporkan ke pimpinan hingga ke Bupati. Dengan indikator-indikator tersebut sehingga bupati langsung memerintahkan untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Abdul menyebutkan, untuk pemberian kebutuhan dasar dalam bentuk air bersih, berdasarkan standar BNPB adalah 7,5 liter per orang per hari. Dihitung sama rata dari semua usia.

Baik dewasa maupun anak-anak. Dengan catatan, air yang diberikan itu khusus untuk dikonsumsi. Dalam hal ini minum dan memasak. Bukan untuk mandi, cuci pakaian atau kebutuhan lainnya.

“Nanti untuk tiga hari kedua, jumlahnya naik menjadi 15 liter per hari per jiwa,” tandasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement

Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com