Connect with us

Bencana dan Musibah

Tiga nelayan asal Lembeh hilang di perairan Belang

Published

on

MITRA, ZONAUTARA.com Tiga orang nelayan asal Pulau Lembeh dilaporkan hilang di perairan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Ketiga korban yang dilaporkan hilang tersebut, yakni Jumaat Panura (45), Sopkia Sumihi (40) dan Reumer Pandensolang (60).

Laporan hilangnya ketiga korban tersebut diterima Basarnas Manado, pada Kamis (11/7/2019).

Para nelayan tersebut dilaporkan pergi melaut sejak Senin (8/7), dengan menggunakan ponton rakit di tempat mereka biasa memancing.

Namun, pada Rabu (10/7), saksi yang merupakan tetangga korban menuturkan, dirinya melihat perahu terikat pada rakit, namun korban sudah tidak berada di atas rakit. Hingga saat ini, para korban belum kembali ke rumah.

Kepala Kantor Basarnas Manado Gede Darmada mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Patroli (Satrol) TNI AL untuk membantu pencarian tiga nelayan tersebut.

Menurut dia, Satrol TNI AL menggerakan satu kapal yang dinahkodai Lettu Laut (P) Irwansyah, telah bersama-sama dengan anggota Basarnas melaksanakan pencarian.

“Saat ini, Pos Sar Amurang sudah bergerak melaksanakan pencarian bersama Tim SAR Gabungan, dengan unsur potensi yang terlibat TNI AL, Polair Ratahan, masyarakat serta keluarga korban. Namun masih belum adanya penemuan tanda-tanda korban,” ujarnya.

Di hari ke-2, Tim Rescue masih melanjutkan pencarian dengan menggunakan truk dan Rubber boat Basarnas, speedboat Polair dan kapal TNI AL Tedong Naga.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Bencana dan Musibah

Terluka di atas kapal, WNA Cina berhasil dievakuasi

Published

on

WNA Cina yang terluka saat mendapatkan penanganan medis. (Foto: Humas Basarnas)

BITUNG, ZONAUTARA.com Seorang Anak Buah Kapal (ABK) MV Katagalan Wisdon dilaporkan mengalami kecelakaan kerja di atas kapal, Minggu (1/12/2019).

Korban yang diketahui merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina bernama An Zheng Kun (21), mengalami kecelakaan kerja dan terluka, serta mengalami pendarahan di bagian tangan kanan dan memerlukan penanganan medis.

Kepala Kantor SAR Manado Gede Darmada yang menerima laporan tersebut langsung memerintahkan anggotanya untuk menuju ke lokasi kejadian.

Bersama personel KSOP, KPLP dan Tim Kesehatan (119), Basarnas langsung bergerak menggunakan kapal KPLP.

WNA Cina yang terluka saat dievakuasi dari atas kapal. (Foto: Humas Basarnas)

Posisi Tim SAR Gabungan yang berada dekat dengan kapal MV Katagalan Wisdon membuat korban bisa dengan cepat dievakuasi.

“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari kapal MV Katagalan Wisdon ke kapal KPLP, sebelum sampai di dermaga, korban mendapat penangan terlebih dahulu untuk penanganan awal. Setelah sampai di dermaga, korban langsung dijemput ambulans dan dibawa ke RS Silloam untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Darmada.

Menurut dia, proses evakuasi terbilang sangat sulit situasi laut yang berombak mengakibatkan kapal yang besar tersebut terus bergerak, sehingga diperlukan kehati-hatian saat memindahkan korban.

“Kami mengcuapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, sehingga korban berhasil dievakuasi. Korban adalah WNA jadi penanganan harus ekstra hati-hati, jangan sampai salah penanganan. Berkat kekompakan tim, proses evakuasi berjalan lancar dan korban berhasil dievakuasi,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com