Connect with us

Hukum dan Kriminal

Pemerintah Pelajari Draf Revisi UU KPK

Presiden arahkan draf revisi UU KPK dipelajari dengan hati-hati

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna H Laoly bersama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, di Istana Negara, Jakarta, Senin (09/09/2019) siang. Menteri HAM dan KSP tersebut dipanggil untuk diberikan draf revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Yasonna mengatakan, ia mendapat draf revisi Undang-Undang KPK untuk dipelajari. Draf revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK itu sebelumnya telah disetujui sebagai Rancangan Undang-Undang inisiatif DPR dalam Sidang Paripurna pada Kamis (05/09/2019).

“Pemerintah akan mempelajari draf revisi undang-undang tersebut,” kata Yasonna.

Ia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo mengarahkan agar draf revisi undang-undang tersebut dipelajari dengan hati-hati. Beberapa poin penting dalam draf revisi UU KPK itu di antaranya adanya Dewan Pengawas KPK dan diperbolehkannya KPK menghentikan penyidikan dan penuntutan tindak pidana korupsi  apabila penyidikan dan penuntutannya tidak selesai dalam jangka waktu paling lama satu tahun.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com