Connect with us

Hukum dan Kriminal

Empat ABG di Tomohon Hirup 18 Lem Ehabond Hingga Mabuk

Mereka diamankan karena telah meresahkan masyarakat.

Bagikan !

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Sebanyak empat Anak Baru Gede (ABG) yang terdiri dari dua orang perempuan dan dua laki-laki diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Polres Tomohon, sekitar pukul 20.30 WITA, Selasa (10/09/2019).

Mereka diamankan karena telah meresahkan masyarakat dengan aksi mereka yang menghirup lem ehabon hingga mabuk. Tak tanggung-tanggung, ada sebanyak 18 kaleng lem ehabon yang diamankan Tim URC Totosik yang dipimpin Ketua Tim (Katim) Bripka Yanny Watung.

Dari empat pelaku itu, tiga di antaranya diketahui masih berusia belia, yakni di bawah 17 tahun.
Ketiganya, yakni LAS warga Lingkungan XII, Kelurahan Paslaten Satu, Kecamatan Tomohon Timur, EP warga Kelurahan Walian, Kecamatan Tomohon Selatan dan KM warga Lingkungan VI, Kelurahan Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah.

Sementara, satu pelaku lainnya yang sudah berumur 18 tahun, yakni JM alias Jansen, warga Lingkungan V, Kelurahan Paslaten Satu

Katim URC Totosik Bripka Yanny Watung menyebut, aksi para ABG yang dilakukan di salah satu rumah yang ada di Lingkungan XII, Kelurahan Paslaten Satu tersebut diketahui saat warga yang sudah merasa resah melapor kepada pihak kepolisian.

“Saat kami mendapatkan laporan tersebut, kami langsung bergegas menuju ke TKP. Saat sampai di TKP, kami mendapati anak-anak muda tersebut berada dalam rumah dan sudah dalam keadaan mabuk akibat menghirup lem ehabon,” ujar Watung.

Watung mengatakan, saat dilakukan penggeledahan, didapati sebanyak 18 kaleng lem ehabon yang sudah terpakai, serta sebilah pisah dari dalam kamar dari salah satu pelaku yang sengaja disimpan.

“Usai diamankan, kami selanjutnya mengamankan para anak muda ini beserta barang bukti ke Mapolsek Tomohon Tengah,” kata Watung.

Sementara itu, Kapolres Tomohon AKBP Raswin B Sirait melalui Kapolsek Urban Tomohon Tengah Kompol Chilion Diar membenarkan hal tersebut.

“Para pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tomohon Tengah dan akan diproses lebih lanjut,” pungkasnya.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hukum dan Kriminal

Imbas kerusuhan di Lapas Manado, ada narapidana meninggal

Kerusuhan terjadi pada Sabtu, 11 April 2020.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.COM – Satu warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado meninggal dunia imbas kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (11/4/2020).

Belum diketahui apakah narapidana tersebut meninggal saat sedang terjadi kerusuhan atau ketika dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulut, Lumaksono saat ditanyakan tentang kejadian tersebut tidak mengelak.

“Tapi kita belum bisa memastikan penyebab kematiannya, apakah karena sedang sakit atau akibat kekerasan,” ujar Lumaksono, Minggu (12/4) saat dikonfirmasi wartawan.

Narapidana yang dimaksud bernama Edgar Atnas, berusia 39 tahun, warga negara Filipina dengan kasus pidana perlindungan anak.

“Kita juga akan memastikan apakah dia warga negara asing atau sudah menjadi warga negara Indonesia,” jelas Lumaksono.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com