Connect with us

Zona Tomohon

Kolintang jadi menu utama di program Indonesiana

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Berbagai alat musik tradisional dimiliki dan terus dilestarikan di Kota Tomohon, di antaranya Kolintang. Alat musik berbahan dasar kayu ini kian populer di dunia international.

Upaya untuk melestarikan alat musik Kolintang ini pun terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon.

Salah satunya melalui program bertajuk Indonesiana, yang merupakan kerja sama Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan Pemkot Tomohon.

Indonesiana ini pun merupakan program khusus Direktorat Jendral Kebudayaan, Kemendikbud RI, untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Indonesia melalui pembuatan landasan atau platform yang terkonsolidasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah, terutama dalam hal tata kelola kebudayaan.

Festival Indonesiana tersebut akan menonjolkan alat musik Kolintang sebagai menu utama dalam festival yang akan selama beberapa hari di Kota Tomohon ini.

Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman di sela-sela kegiatan Workshop Manajemen Penyelenggaraan Festival Platform Indonesiana, yang digelar di AAB Guest House, Senin (10/09/2019), mengatakan bahwa program Indonesiana ini bertujuan untuk memajukan kebudayaan dan menjadi potensi di Kota Tomohon.

Menurut Eman, Kota Tomohon menjadi satu-satunya Kota/Kabupaten di Sulawesi yang dipilih menjadi lokasi pelaksanaan program Indonesiana.

“Jadi, untuk program Indonesia di Kota Tomohon, kita akan mengadakan semacam festival, yang titik beratnya ke arah memajukan budaya dari sisi alat musik Kolintang,” ujar Eman.

Pihaknya bersama Kemendikbud, kata Eman, sementara merampungkan persiapan-persiapan terkait kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan pada 21 hingga 25 Oktober 2019 mendatang.

“Banyak hal yang akan dilakukan. Ini untuk menunjukan jati diri, bahwa alat musik Kolintang ini adalah milik dari warisan budaya bangsa Indonesia,” ungkap Eman.

Dia berharap, kegiatan ini dapat mendapat respons dari berbagai pihak, sehingga bisa terus berkembang dan dilaksanakan setiap tahun.

“Sehingga, ke depan bukan di Tomohon bukan hanya ada Tomohon International Flower Festival (TIFF) melainkan juga ada Festival Indonesiana ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon Juliana Dolvien Karwur menjelaskan, program Indonesiana di Kota Tomohon ini bertajuk Pesta Kolintang Tomohon Tahun 2019.

“Kegiatan yang akan dilaksanakan, yakni parade budaya, gelar musik Kolintang, lomba Kolintang, workshop Kolintang, pelatihan pelatih Kolintang, penanaman pohon Kolintang, kuliner, bazaar dan pameran budaya,” pungkas Karwur.

Editor: Rahadih Gedoan

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ZONA DAERAH

Pemkot Tomohon gelar rakor EPRA

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran tahun anggaran 2019, di rumah dinas Wali Kota Tomohon, Kamis (27/2/2020).

Rakor tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Tomohon O. D. S. Mandagi dan dihadiri oleh para Kepala Perangkat Daerah bersama Kasubag Keuangan, serta operator monev, para Camat dan para Lurah bersama Sekretaris Kelurahan.

Mandagi saat membacakan sambutan Wali Kota Jimmy Feidie Eman mengatakan, rakor ini dilaksanakan untuk mengevaluasi sekaligus mencari langkah-langkah strategis dalam penyerapan dan realisasi anggaran di masing-masing daerah.

Terutama, kata dia, Perangkat Daerah karena akan ada punishment dan reward atas kinerja penyerapan anggaran yang dipantau langsung oleh Presiden RI melalui Sekretariat Negara dengan aplikasi Sistem Monitoring Informasi TEPRA (SISMONTEP).

Menurut dia, APBD Kota Tomohon tahun anggaran 2019 berjumlah Rp702.801.053.626, dengan pencapaian realisasinya berjumlah Rp652.237.270.993, atau 92,81%.

“Wali Kota Tomohon menegaskan beberapa hal sebagai berikut, yaitu tahun 2020 ini untuk pelaporan capaian fisik kegiatan dan anggaran agar setiap bulannya harus dimasukan secara tepat waktu dan setiap perangkat daerah memaksimalkan kinerja pelayanan publik,” pungkasnya.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com