Connect with us

Zona Minahasa

Bayi gizi buruk di Minahasa, butuh bantuan

Tak tercover BPJS karena tak punya akta kelahiran

Bagikan !

Published

on

gizi buruk

MANADO, ZONAUTARA.com – Rafa, bayi berusia 10 bulan mengalami gizi buruk dan sedang dirawat di ruang perawatan anak RSUD Sam Ratulangi Tondano.

Saat ditemui, Marjelin Makasaeha (44), oma dari Rafa mengatakan bahwa Rafa didiagnosa oleh dokter alami gizi buruk.

Menurur Marjelin, Rafa sudah tidak lagi mendapat asupan ASI sejak berusia lima bulan. Dan sejak itu juga dia tak minum susu.

“Saya hanya memberi dia minum air gula,” kata Marjelin yang sehari-hari mengurus Rafa.

Tubuh Rafa yang berasal dari Desa Kombi, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa ini, terlihat sangat kurus. Tangan dan kakinya bak tulang membungkus kulit. Tulang rusuknya terlihat dengan jelas, kulit tubuhnya mengelupas.

“Sudah tiga hari dirawat,” jelas Marjelin, Sabtu (14/9/2019).

Awalnya Rafa mendapat asupan bubur kemasan, tapi belakangan ia hanya makan bubur beras tanpa campuran makanan lainnya.

Merjelin tak mampu membelikan susu buat cucunya. Ibu Rafa tinggal bersama Marjelin karena tidak mendapat tanggungan dari suaminya.

Rafa pernah juga dirawat dengan diagnosa yang sama sewaktu berumur tujuh bulan. Kini dia balik lagi karena kasus serupa.

Saat ini sudah genap seminggu Rafa tak makan dan minum dengan baik. Ia tak mau makan, tak mau minum susu. Sesekali hanya minum air bercampur gula.

Kondisinya melemah. Seharusnya Rafa sudah mendapat penanganan intensif dari petugas medis. Infus Rafa sudah dicabut, menurut Marjelin dokter menyarankan sudah harus pasang infus di hidung hingga ke lambung.

“Tapi kami tak berani mengiyakan karena tak punya uang untuk membayar,” kata Marjelin.

Rafa memang sebagai pasien umum. Ia tak tercover BPJS Kesehatan. Alasannya Rafa belum ada akte kelahiran, sehingga tak bisa melengkapi administrasi.

Marjelin hanya seorang buruh kebun. Kadang dapat panggilan kerja, kadang tidak. Sehari ia diupah Rp 75 ribu. Kadang seminggu tak ada panggilan sama sekali.

Ia harus menghidupi empat anaknya, juga cucunya Rafa ini, sementara suaminya sudah meninggal. Sering tak punya uang sama sekali, Marjelin pun hanya mengandalkan belas kasih orang lain.

Jika ada yang ingin membantu, bisa menghubungi nomor telepon Marjelin di nomor 081340261754. Rafa butuh bantuan.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KABAR SULUT

Rayakan HPS, Uskup Untu ingatkan pentingnya sikap terbuka dan rendah hati

Published

on

Perayaan Ekaristi dalam rangka pembukaan rangkaian kegiatan HPS. (Foto: Istimewa)

MINAHASA, ZONAUTARA.com Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, memimpin Perayaan Ekaristi dalam rangka pembukaan rangkaian kegiatan Hari Pangan Se-dunia (HPS) di Kasuang Spritual Center Tataaran, Tondano Selatan, Jumat (18/10/2019).

Dalam homilinya, Uskup Untu mengatakan, bahwa Allah penuh belas kasih terhadap manusia. Sehingga, umat diingatkan untuk tetap mempertahankan komitmen, serta pentingnya kebersamaan dalam mewartawan Injil.

“Tentunya dapat melibatkan banyak orang untuk mendapatkan hasil baik. Karena dalam mewartakan perlu perhatian banyak pihak, sehingga pentingnya sebuah tim yang solid, sehingga bisa bersama mewartakan kabar gembira dan keselamatan yang akan dapat menjangkau banyak orang,” ujar Uskup Untu.

Uskup juga mengatakan, bahwa perlunya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan agar menghasilkan karya yang lebih baik.

“Untuk mendapatkan hasil panen yang besar, maka perlu suatu sikap keterbukaan, kerendahan hati dan mau belajar satu sama lain,” kata Uskup.

Selain itu, lanjut Uskup, bahwa ketika mewartakan Injil dalam dunia pertanian maupun lainnya harus dengan penuh sikap lemah lembut, penuh perhatian dan belas kasih sehingga mendapat hasil lebih besar.

Ketua Komisi PSE Keuskupan Manado Pastor Joy Derry Pr mengajak umat untuk dapat mengkonsumsi makanan yang segar supaya sehat.

“Tentunya dapat mengonsumsi dan melestarikan pangan lokal yang Tuhan telah adakan,” ungkap Pastor Joy.

Sementara itu, Ketua Panitia HPS Petrus Rampengan mengatakan, sejumlah kegiatan digelar dalam rangkaian perayaan HPS tahun ini

“Di antaranya pameran hasil pertanian dan produk olahan pangan lokal,  Workshop soal pangan, lingkungan dan pengembangan ekonomi, serta sejumlah lomba seperti fashion show busana pangan lokal, cipta menu makanan non beras, goreng cucur, membuat minyak goreng, mewarnai dan lomba gerak lagu untuk anak-anak,” jelasnya.

Dia menambahkan, peserta yang ikut serta dalam rangkaian kegiatan HPS, di antaranya Paroki Stela Maris Bitung, Santu Lukas Ratahan, Rosa De Lima Tondano, Santu Mikael Perkamil, Santu Antonius Padua Tataaran, Paroki Keroit dan Modoinding.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com