Connect with us

Zona Tomohon

Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional turun di Tomohon

Pemkot Tomohon menyambut baik.

Bagikan !

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Tim Verifikasi Kota Sehat Tingkat Nasional mengunjungi Kota Tomohon, Selasa (17/9/2019).

Kunjungan tim yang dipimpin Ketua Dewi Marlina ini diterima oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Harold V Lolowang, di ruang rapat Kantor Wali Kota.

Dalam sambutannya, Lolowang mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon memberikan dukungan sepenuhnya pada Program Kota Sehat.

Menurut Lolowang, program ini memberikan manfaat langsung dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan, melalui upaya pemberdayaan masyarakat dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam keluarga, serta di lingkungan masing-masing.

“Program ini menjadi harapan pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Kota Tomohon menuju Kota Sehat dan terus berupaya lebih banyak lagi mensosialisasikan bentuk hidup bersih dan sehat di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat Dewi Marlina mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya keseriusan Pemkot Tomohon dalam menghadapi verifikasi Kota Sehat saat ini.

“Diharapkan, konsep Kota Sehat ini tidak hanya memfokuskan pada pelayanan kesehatan yang lebih ditekankan pada suatu pendekatan kondisi sehat dan problem sakit saja, tetapi juga kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat, baik jasmani dan rohani,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Kota Tomohon Erens Kereh, perwakilan Biro Kesra Provinsi Sulut, Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan Bappeda Provinsi Sulut.

Ketua Forum Kota Sehat Kota Tomohon Yohan Sambuaga, para Asisten Setda Kota Tomohon serta seluruh Kepala Perangkat Daerah Kota Tomohon juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

ZONA DAERAH

Target diserahkan 31 Januari, penyusunan LKPD dikebut

Published

on

Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman. (Foto: Istimewa)

TOMOHON, ZONAUTARA.com – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman menegaskan, pihaknya akan mengupayakan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon diserahkan pada akhir Januari 2020 mendatang.

Jika terlaksana sesuai dengan target tersebut, Kota Tomohon pun akan menjadi yang pertama di Sulawesi Utara (Sulut) yang memasukan LKPD dan yang kedua di Indonesia setelah Kabupaten Musi Banyuasin.

“Di tahun-tahun sebelumnya penyerahan buku LKPD ini biasanya paling lambat diserahkan pada bulan Maret. Di tahun 2020 ini, Pemerintah Kota menjadi terobosan, bahwa kita akan pertama di Sulut menyerahkan LKPD di 31 Januari dan kedua tercepat di Indonesia,” ujar Eman beberapa waktu lalu.

Menurut Eman, penyerahan LKPD di akhr Januari ini tujuannya bukan untuk menjadi yang tercepat, melainkan sebagai bagian dari pemantauan pengelolaan keuangan dan kinerja.

“Targetnya bukan menjadi yang tercepat, tapi sebenarnya kita terus meningkatkan diri dalam rangkaian bagaimana laporan keuangan dan kinerja Pemerintah Kota Tomohon ini terus dipantau dan dievaluasi,” ungkap Eman.

Dia menegaskan, Perangkat Daerah di jajaran Pemkot Tomohon saat ini sedang dalam tahapan perampungan sebelum nantinya diserahkan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Kepala BPKPD Gerardus Mogi. (Foto: zonautara.com)

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Gerardus Mogi menjelaskan, dari 34 Perangkat Daerah ditambah 9 bagian yang ada di jajaran Pemkot Tomohon, hanya tertinggal 3 Perangkat Daerah yang sementara dirampungkan penginputan data-data asetnya.

“Ketiga Perangkat Daerah tersebut adalah PUPR, Dinkes dan Dikbud. Sementara, untuk 2 Kecamatan, yaitu Kecamatan Tomohon Timur dan Tomohon Utara masih belum menginput data, sedangkan Kecamatan Tomohon Selatan hampir selesai,” kata Mogi, Rabu (22/1/2020).

Menurut Mogi, dasar penyusunan LKPD adalah laporan keuangan dari setiap Perangkat Daerah dan saat ini juga Inspektorat sementara melakukan review bagi setiap Perangkat Daerah yang laporan keuangannya sudah selesai dilaksanakan.

“Sejak tanggal 13 Januari itu dimulai dengan rekonsiliasi data Perangkat Daerah dengan Bidang Akutansi untuk posisi KAS (saldo akhir). Juga, rekonsiliasi data Aset dengan Bidang BMD untuk menghitung nilai Aset, akumulasi penyusutan Aset dan total pengadaan di tahun 2019,” pungkas Mogi.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com