Connect with us

ZONAPEDIA

Pernah pakai sandal hotel ke luar kamar? sebenarnya tak etis

Sandal hotel bisa dibawa pulang sebagai kenanng-kenangan.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.comSlipper atau sandal hotel di dalam kamar hotel merupakan salah satu komplimenter yang disediakan pihak hotel bagi kebutuhan tamu yang menginap. Walau tersedia berbagai macam jenis slipper, namun yang paling umum adalah yang berwarna putih berbahan spon lembut, dan diberi merek nama hotel.

Sebenarnya ketersediaan slipper tak hanya untuk digunakan sebagai sandal selama menginap di hotel, namun pihak hotel menyediakan slipper sebagai bahan kenang-kenangan. Jadi sandal hotel bisa dibawa pulang. itu juga sebabnya slipper selalu diberi merek nama hotel, biar bisa menjadi kenangan anda.

Menggunakan slipper selama di kamar memang sangat membantu, agar tak ribet dengan sepatu. Slipper dihadirkan agar telapak kaki tamu tak kedinginan saat menginjak ubin. Dan memang demikian tujuannya, slipper semestinya hanya digunakan saat berada di kamar hotel.

Tapi banyak juga tamu hotel menggunakan slipper saat turun ke lobby, ke restaurant saat sarapan, bahkan ketika jalan-jalan di sekitar hotel. Tahukah anda, bahwa itu sebenarnya melanggar etika saat menginap di hotel?

Penyanyi terkenal Justin Bieber pernah disorot majalah The Cosmopolitan karena mengenakan slipper saat beraktifitas di luar hotel bersama istrinya Hailey Baldwin di New York City, Amerika.

Sandal hotel terbuat dari bahan yang ringan, licin, dan tidak didesain selain digunakan dalam kamar. Oleh karena itu, mengenakan slipper di luar ruangan bisa membawa celaka. Bahannya yang tipis dapat menciderai telapak kaki jika menginjak benda tajam.

Selain itu, slipper dipakai agar tamu yang menginap tetap terhindar dari kotoran selama di kamar. Jika keluar dari kamar, biasanya lorong di hotel dilapisi karpet tebal. Karpet merupakan salah satu bagian dari hotel yang paling kotor. Jika slipper digunakan berjalan di karpet lalu dibawa kembali ke dalam kamar, sudah barang tentu lantai akan terpapar kotoran.

Apalagi jika slipper dikenakan jalan-jalan di luar hotel, semakin besar kemungkinan paparan kotoran masuk ke dalam kamar. Jadi jangan pakai slipper keluar kamar hotel, jika tidak ingin mendapat tatapan sinis petugas hotel atau tamu yang paham dengan etika menginap di hotel.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

ZONAPEDIA

Ini dia semut tercepat di dunia

Semut Perak Sahara mampu berlari 108 kali panjang tubuhnya per detik.

Bagikan !

Published

on

semut tercepat di dunia
Cataglyphis bombycina (Photo: Fernando Amor)

ZONAUTARA.com – Tahukah anda bahwa para peneliti juga mengamati bagaimana seekor semut berlari? Dan salah satu penelitian itu bisa mengungkapkan semut apa yang memiliki kecepatan berlari tertinggi di dunia.

Gelar itu jatuh ke tangan Semut Perak Sahara (Cataglyphis bombycina). Rekor semut ini dicatat dalam sebuah riset yang dilakukan Universitas Ulm, Jerman.

Cataglyphis bombycina mampu berlari hingga 0,855 meter per detik. Angka itu sama dengan 108 kali panjang tubuhnya per detik. Semut Perak Sahara ini mampu mengalahkan semut lain Cataglyphis fortis yang punya kecepatan hanya 0,62 meter per detik.

Journal of Experimental Biology mengungkap ukuran kaki semut perak Sahara lebih panjang sekitar 20 persen dibandingkan Cataglyphis fortis. Hal ini yang membuatnya mampu berlari lebih cepat, kendati badannya kalah besar.

Penelitian yang dilakukan Harald Wolf, Sarah Pfeffer, Verena Wahl, dan Matthias Wittlinger pada 2015 lalu di Tunisia ini kemudian menganalisis bagaimana semut tersebut menggerakkan kakinya. 

Mengutip Phys, kaki semut perak Sahara memiliki panjang 4,3 hingga 6,8 mm hingga bisa melangkah 47 kali dalam satu detik.

Untuk bertahan di bawah teriknya matahari gurun yang berpasir, semut perak ini memiliki ciri khas kaki yang berbeda. Kaki mereka mampu bergerak dengan sangat cepat hingga hanya menyentuh tanah selama 7 milidetik saja.

“[Mereka] dapat mencegah kaki tenggelam terlalu dalam ke pasir yang lunak,” ungkap Wolf.

Para peneliti tersebut kemudian tertarik untuk mencari tahu lebih banyak tentang bagaimana penghuni gurun ini berlari dengan kecepatan tinggi, yang membutuhkan kecepatan kontraksi otot yang mendekati batas fisiologis.

Kehebatan semut perak sahara ini hampir menyaingi hewan lain seperti kumbang harimau Australia dengan kecepatan 171 ukuran badannya per detik dan tungau California dengan kecepatan 377 kali badannya per detik. 

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading

Baca Juga

<

LAPORAN KHUSUS

Advertisement
Advertisement
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com