Connect with us

Zona Manado

Transplantasi karang di Alung Banua pakai metode MARSS

Kegiatan yang dilakukan di perairan Bunaken itu bertujuan pemulihan ekosistem laut.

Bagikan !

Published

on

Foto: Balai Taman Nasional Bunaken

MANADO, ZONAUTARA.com – Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) mengimplementasikan metode mars accelerated coral reef restoration system (MARRS) saat melakukan transplantasi karang di perairan sekitar Dermaga Alung Banua, pulau Bunaken, Manado.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (5/10/2019) bertujuan sebagai upaya pemulihan ekosistem di perairan taman nasional tersebut.

Metode MARSS adalah pengembangan struktur koral melalui rangka laba-laba untuk mencangkok terumbu karang yang dinilai mampu mengembalikan fungsi dan struktur terumbu karang, sekaligus menyediakan dasar untuk pemulihan habitat.

Transplantasi ini ikut juga mengajak mitra seperti Pemerintah Kota Manado yang diwakili oleh Pemerintah Kecamatan Bunaken Kepulauan, dive center, masyarakat, bahkan pelajar Sekolah Dasar di Alung Banua.

Kepala BTNB, Farianna Prabandari menyambut baik antusias semua pihak yang terlibat.

“Kita berkomitmen dan mengajak para pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan karang. Kita sama-sama ketahui, karang tidak hanya menyajikan keindahan, tetapi juga sebagai habitat ikan berkembang dan memijah,” jelas Farianna.

Walikota Manado dalam sambutan yang disampaikan oleh Camat Bunaken Kepulauan Robert Dauhan menyampaikan, Pemerintah Kota Manado sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Potensi kekayaan alam ini tidak hanya dimiliki oleh Kota Manado atau Sulawesi Utara tetapi juga Indonesia, bahkan Dunia. Menjaga dan melestarikan ekosistem Taman Nasional Bunaken bukan hanya kewajiban tetapi menjadi kebutuhan kita semua, karena sejatinya kekayaan alam ini diciptakan untuk kemaslahatan kita semua dan generasi yang akan datang.” ujar Dauhan.

Lebih lanjut Dauhan menyebut bahwa kegiatan transplantasi adalah wujud nyata kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem secara berkelanjutan, khususnya menjaga kelestarian Taman Nasional Bunaken, sebagai keseimbangan ekosistem laut.

“Kiranya kegiatan ini menjadi stimulan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian Taman Nasional Bunaken sebagai aset bangsa dan bagian integral dari kehidupan kita, tutup Dauhan mengutip sambutan Walikota Manado.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Zona Manado

Akibat gempa dan air laut surut, jalan raya ke Winangun sempat macet parah

Banyak di antaranya yang mengamati surutnya air laut dan menyebarkan video amatir.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

MANADO, ZONAUTARA.com – Akibat gempa bumi pada kedalaman 10 km dan berjarak 134 km Barat Laut Jailolo-Malut, masyarakat Kota Manado banyak panik. Banyak di antaranya yang mengamati surutnya air laut dan menyebarkan video amatir.

Berdasarkan informasi yang dirangkum wartawan Zona Utara di lapangan, jalan raya menuju arah Winangun dari arah Ranotana sekitar pukul 01.00 WITA dipadati banyak kendaraan bermotor dari pengguna jalan untuk menyelamatkan diri setelah pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan status WASPADA. Kondisi tersebut mengakibatkan macet parah.

Gempa yang terjadi pukul 00.17 WITA pada Jumat (15/11/2019) tersebut berkekuatan magnitudo 7,4. Tiga daerah yang diperingatkan BMKG dalam status WASPADA yaitu Kota Bitung, Kota Ternante, dan Halmahera.

Status WASPADA berarti Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota yang berada pada status WASPADA diharap memerhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com