Connect with us

Politik dan Pemerintahan

Dari Yasin Limpo hingga Zainudin Amali sudah ke Istana, Olly belum terlihat

Walau sempat terlihat datang ke Istana, Tetty Paruntu tak masuk calon menteri.

Bagikan !

Published

on

Bos Gojek Nadiem Makarim. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

ZONAUTARA.com – Hingga Selasa (22/10/2019) pukul 15.30 WITA, sudah ada belasan tokoh yang terlihat mendatangi Istana Negara. Sebagaimana diketahui sejak Senin (21/10) kemarin, Presiden Joko Widodo mengundang para calon menterinya untuk bertemu langsung dengannya di Istana.

Hari ini yang terlihat datang adalah Wakil Bendahara Umum PDIP Juliari Batubara dan Plt Ketua Umum PP Soeharso Monoarfa, Basuki Hadimuljono, Bahlil Lahadalia, politikus PKB Ida Fauziyah, serta Ketua Tim Bravo-5 Jenderal Purn Fachrul Razi.

Kemudian Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mantan Gubernur Sulsel dari NasDem Syahrul Yasin Limpo, mantan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua DPRD Jawa Timur fraksi PKB Abdul Halim Iskandar, Politikus Partai Golkar Zainudin Amali dan mantan Menteri KLHK Siti Nurbaya.

Sejak kemarin Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey yang dalam waktu setidaknya sebulan terakhir terus disebut-sebut sebagai calon menteri Jokowi tidak tampak hadir.

Justru yang terlihat mendatangi Istana adalah Bupati Minahasa Selatan, Tetty Paruntu. Tetty menjadi tokoh kedua yang datang ke Istana sesudah Mahfud MD pada Senin pagi kemarin.

Meski kemudian kedatangan Tetty ke Istana diklarifikasi oleh pihak Istana tidak termasuk dalam calon menteri, tapi setidaknya kemunculan Tetty telah sedikit memberikan harapan kepada masyarakat Sulut akan representatif orang Sulut di Kabinet Kerja Jokowi Jilid II.

Selain Tetty dan Mafhud MD yang kemarin mendatangi Istana, beberapa tokoh lain yang diundang Presiden adalah mantan Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf Erick Thohir, pendiri NET Mediatama Wishnutama, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, CEO Gojek Nadiem Makarim, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo.

Adapula Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjorel Rahman, Kapolri Tito Karnavian lalu Praktikno dan Nico Harjanto, mantan Staf Khusus Sekretaris Kabinet.

Menurut Mahfud, Jokowi akan memberi pengumuman resmi susunan Kabinet Pemerintahannya bersama Ma’ruf Amin pada Rabu (23/10) besok.

“Rabu jam 07.00 WIB, nanti diperkenalkan semua. Kalau ini kan dipanggil satu-satu. Jam 9 penyerahan SK (surat keputusan). Sesuadah itu pelantikan,” ujar Mahfud Md, Jakarta, Senin.

Apakah tidak ada tokoh Sulut yang mengisi posisi pembantu Presiden dalam lima tahun kedepan? Waktu tersisa masih cukup panjang, dan Jokowi suka memberi kejutan.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

Politik dan Pemerintahan

Kapal-kapal pencuri ikan tak akan ditenggelamkan

Ada sekitar 72 kapal yang sudah dinyatakan inkrah

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com  – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan bahwa pemerintah berencana akan menghibahkan kapal-kapal pencuri ikan yang terlantar dan telah berkekuatan hukum tetap atau sudah inkrah kepada nelayan.

Hal tersebut dikatakannya seusai mengikuti rapat koordinasi yang digelar Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (19/11/2019), yang turut dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

“Kami harapkan kapal ini ada gunanya, ada manfaatnya. Nanti diputuskan kapal-kapal yang sudah inkrah, arah mau gimana, akan diserahkan ke mana, misalnya untuk dihibahkan ke nelayan,” kata Edhy.

Dijelaskannya, saat ini ada sekitar 72 kapal yang sudah dinyatakan inkrah atau berkekuatan hukum tetap oleh pengadilan. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 45 kapal dalam kondisi baik, 6 kapal harus dimusnahkan, dan sisanya dalam kondisi kurang baik.

“Pemerintah masih mempertimbangkan penerima hibah kapal tersebut mulai dari nelayan, koperasi, pemerintah daerah, hingga kampus untuk kebutuhan pelatihan akademisi. Yang jelas, kalau toh dihibahkan pemerintah akan tetap memantau secara berkala untuk memastikan agar kapal tersebut tidak dijual kepada pemilik asal,” ujar Edhy.

Selain kapal yang sudah inkrah tersebut, imbuhnya, pemerintah juga membahas solusi untuk kapal-kapal eks perusahaan asing yang mangkrak di pelabuhan.

“Masih banyak kapal eks asing. Itu harus ada jalan keluarnya supaya tidak memenuhi tempat. Ada juga kapal yang dipesan oleh pengusaha, namun saat tiba di tanah air aturannya berubah sehingga kapal tersebut tidak bisa melaut,” jelasnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan berharap kapal-kapal yang masih dalam kondisi bagus, akan lebih baik dimanfaatkan untuk nelayan.

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com