Connect with us

SUARA.com

Kanal Youtube Matamatadotcom milik Suara.com diretas

Belum diketahui siapa yang meretas dan telah mengunggah empat konten berbahasa Jepang.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.com – Redaksi MataMata.com, salah satu media dalam group Suara.com tak bisa mengakses kanal Youtube mereka, Matamatadotcom. Kanal khusus liburan ini telah diretas oleh pihak yang belum diketahui.

Redaksi MataMata.com tak bisa lagi mengaksesnya sejak Senin (21/10/2019) malam. Kanal itu kini telah berpindah tangan ke pihak yang tak bertanggungjawab.

Beberapa video yang diunggah di kanal itu menghilang, dan peretas mengunggah empat konten video berbahasa Jepang.

Hingga kini, belum diketahui siapa peretas kanal tersebut. Redaksi sebagaimana yang dikutip dari Suara.com, sedang berusaha me-reclaim kanal tersebut.

Redaksi memberitahukan bahwa selama proses reclaim berjalan, seluruh konten yang diunggah oleh peretas tidak menjadi tanggung jawab redaksi.

Redaksi MataMata.com meminta maaf kepada pembaca dan subscribers kanal itu atau peristiwa peretasan tersebut.

Zonautara.com merupakan mitra Suara.com dalam sindikasi konten. Baik Zonautara.com maupun Suara.com melakukan pertukaran konten dalam kerjasama tersebut.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

SUARA.com

Ngabalin: Pemerintah fokus tangani covid-19, tunda bahas RUU HIP

Menurut dia, tidak mudah membahas Haluan Ideologi Pancasila. Pasalnya pembahasan HIP adalah persoalan besar yang butuh konsentrasi yang besar.

Bagikan !

Published

on

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. [Suara.com/Ari Purnomo]

ZONAUTARA.COM – Ali Mochtar Ngabalin, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden mengatakan, pemerintah belum mau membahas usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

“Kita tidak mau membahasnya,” ujar Ngabalin, dikutip dari Suara.com.

Pernyataan Ngabalin menyusul keputusan pemerintah yang menunda pembahasan RUU HIP.

Ia menegaskan alasan pemerintah sementara menolak pembahasan RUU HIP karena terjadi perdebatan yang luar biasa di sejumlah pihak dan kalangan masyarakat.

Selain itu, kata Ngabalin, pemerintah saat ini fokus dan serius menangani pandemi Covid-19.

“Kita sekarang sangat serius sedang menghadapi pandemi covid-19. Konsentrasi Presiden, Pemerintah itu kan dalam menangani percepatan penanganan covid-19,” katanya.

Tak hanya itu, pembahasan RUU HIP bukan momentum yang tepat lantaran pemerintah masih fokus menangani Covid-19.

Menurut dia, tidak mudah membahas Haluan Ideologi Pancasila. Pasalnya pembahasan HIP adalah persoalan besar yang butuh konsentrasi yang besar.

“Diharapkan agar konsentrasi besar, power pemerintah benar benar fokus dalam rangka penyelesaian, percepatan penanganan covid 19. Jadi ini soal timing sebetulnya ya, tidak terlalu tepat. Tidak gampang ini bahas haluan ideologi pancasila loh. Ini persoalan besar. Konsentrasi kita nanti akan terganggu,” tutur dia.

Ketika ditanya apakah pemerintah akan membahas RUU HIP dengan DPR setelah Covid-19 dikendalikan, Ngabalin menuturkan hal tersebut tergantung DPR dan komponen masyarakat.

“Itu tergantung DPR. DPR yang punya hak inisiatif. Kalau seluruh komponen masyarakat melakukan perlawanan kan, akan mengganggu situasi keamanan. Yang pasti karena ini hak inisiatif parlemen, jangan ada yang sebarkan berita kebohongan, kebencian, yang dialamatkan kepada pemerintah,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkap, pemerintah akhirnya memutuskan menunda pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila.

Mahfud mengatakan, pemerintah juga meminta DPR RI sebagai pengusul untuk menerima masukan terlebih dahulu dari masyarakat, sebelum melanjutkan pembahasan RUU HIP.

Hal tersebut disampaikan Mahfud melalui akun Twitter @mohmahfudmd pada Selasa (16/6/2020).

“Terkait RUU HIP, pemerintah menunda untuk membahasnya dan meminta DPR sebagai pengusul untuk lebih banyak berdialog dan menyerap aspirasi dulu dengan semua elemen masyarakat,” kata Mahfud.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com