Connect with us

ZONA DAERAH

Rakor Tim Pakem, bahas toleransi dan kerukunan umat beragama

Published

on

TOMOHON, ZONAUTARA.com Pengawasan terhadap aliran kepercayaan dan keagamaan terus dioptimalkan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Masyarakat (Pakem) KOTA Tomohon tahun 2019.

Salah satunya dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan di Aula Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon, Selasa (22/10/2019).

Ketua Tim Pakem yang juga Kepala Kejari (Kajari) Tomohon Edy Winarko diwakili Wakil Ketua Wilke Rabeta mengatakan, dalam rakor tersebut, dibahas upaya Tim Pakem dalam mempertahankan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Tomohon.

Menurut dia, ada sejumlah kesimpulan yang dihasilkan dalam Rakor tersebut.

“Yaitu, Tim Pakem di Kota Tomohon merupakan wadah bagi masyarakat Kota Tomohon untuk dapat melaporkan apabila ada suatu aliran kepercayaan dan aliran keagamaan masyarakat yang dapat melanggar ketertiban umum atau menimbulkan gangguan bagi kerukunan umat beragama Kota Tomohon,” ujar Wilke yang juga Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Tomohon didampingi Kasubsi A pada Seksi Intelijen selaku Sekretaris Tim Pakem Mariska J.S Kandou.

Menurut dia, Tim Pakem juga melakukan pengawasan secara intensif dan persuasif ,serta untuk pembinaan dan pengawasan aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

“Tujuannya, adalah agar kepercayaan terhadap Tuhan Yang Esa tidak mengarah kepada pembentukan agama baru, kemudian dapat mengambil langkah-langkah atau tindakan terhadap aliran-aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan negara, serta pelaksanaan aliran kepercayaan benar-benar sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusian yang adil dan beradab,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Rakor para Anggota Tim Pakem, masing-masing Kasat Intelkam Polres Tomohon AKP Parura Amping, Pasi Intel Kodim 1302 Minahasa Kapten Inf Donny Lumenta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tomohon Pdt Simon Rawis, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Pdt Fonny Roring, Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial budaya dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Tomohon Adriana Makalew, serta Camat Tomohon Tengah dan sejumlah Lurah.

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Sulut

Rumah Isolasi Covid-19 Sulut siap tampung 100 penghuni

Hingga Kamis 2 April belum ada ODP yang menjadi penghuni.

Bagikan !

Published

on

Rumah Isolasi Covid-19 di Maumbi, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Sebuah langkah inisiatif diambil oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mencegah penularan virus corona, dengan menyediakan rumah isolasi bagi orang dalam pengawasan (ODP) terkait covid-19.

Rumah isolasi itu memanfaatkan fasilitas yang ada di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulut yang ada di Maumbi, Minahasa Utara.

Kasubag Umum BPSDM Sulut, Journal Humene ketika ditemui Zonautara.com di Rumah Isolasi Covid-19 mengatakan bahwa fasilitas yang ada sudah siap digunakan.

“Daya tampung yang ada sekarang bisa menampung 100 penghuni,” ujar Humene, Rabu (1/4/2020).

Menurut Humene, daya tampung itu bisa ditambah jika memang ODP yang dibawa ke fasilitas itu membludak.

Dari peninjauan Zonautara.com ke Rumah Isolaso Covid-19, gedung penginapan yang biasanya digunakan peserta pelatihan di BPSDM Sulut dirubah menjadi rumah isolasi.

Dalam gedung dua lantai itu, terdapat puluhan kamar yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin ruangan, perabot, tempat tidur serta sejumlah fasilitas lainnya.

Baca pula: Sudah 3 positif corona di Sulut

Humene menjelaskan bahwa simulasi penanganan ODP yang akan dibawa ke Rumah Isolasi Covid-19 telah dilakukan berulang kali, untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan benar.

Semua ODP yang akan menghuni rumah isolasi tersebut akan melakukan isolasi mandiri dibawah pengawasan petugas.

“Saat ini setiap hari ada petugas jaga yang melakukan shift jaga terdiri dari satu atau dua orang dokter, perawat dan petugas lainnya,” kata Humene.

Meski hingga saat ini rumah isolasi tersebut belum satu pun penghuni ODP, tetapi Humene meyakinkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya.

Rekomendasi dokter

Juru Bicara Satgas Covid-19 Steaven Dandel saat ditemui terpisah mengatakan memang hingga saat ini belum ada yang menjadi penghuni rumah isolasi.

Fasilitas kamar isolasi yang ada di Rumah Isolasi Covid-19 Sulut. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

“ODP itu discreening oleh rumah sakit. Jadi orang-orang yang datang dari daerah dengan transmisi lokal, kalau dia bergejala akan berobat ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian yang akan menawarkan apakah mereka bersedia diisolasi di rumah isolasi. Tapi mungkin ada juga yang harus diendorse,” jelas Dandel.

Baca pula: Lolowang pastikan pasien positif corona di Tomohon tidak benar

Sesuai dengan buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, ODP adalah mereka yang memiliki gejala panas badan atau gangguan saluran pernapasan ringan, dan pernah mengunjungi atau tinggal di daerah yang diketahui merupakan daerah penularan virus tersebut.

Selain itu, bisa juga orang sehat yang pernah kontak erat dengan kasus terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com