Connect with us

Zona Wakil Rakyat

WL minta pelaku dihukum seberatnya, Sualang: harus ada pendidikan budi pekerti

Menanggapi kasus siswa SMK yang menikam gurunya hingga tewas.

Bagikan !

Published

on

Wenny Lumentut dan Richard Sualang

Manado, ZONAUTARA.com – Kasus penikaman hingga hilangnya nyawa seorang guru, Alexander Pengkey (54) yang dilakukan oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Manado, terus mendapat perhatian publik. Termasuk para wakil rakyat kita di DPRD Sulawesi Utara.

Wakil ketua Komisi I bidang Pemerintahan dan Hukum, Wenny Lumentut mengecam aksi tersebut. Ia bahkan menilai, FL, pelaku yang menikam guru mentalnya sudah rusak.

“Apa yang dilakukan pelaku adalah perbuatan terkutuk. Saya minta pelaku ini dihukum seberat beratnya,” tegas Lumentut kepada wartawan, Rabu (23/10/2010).

Legislator Partai Gerindra itu mengingatkan agar orangtua harus lebih proaktif mengawasi, mendidik, serta memperhatikan perkembangan anak.

“Orangtua juga harus memperhatikan lingkungan pergaulan anak-anaknya. Karena, jika anak bergaul di lingkungan tidak baik, pasti perilakunya akan jadi buruk dan menjadi beringas,” kata dia lagi.

Selain itu, fungsi kontrol yang terus menerus terhadap perilaku siswa harus dilakukan oleh pihak sekolah.

“Hal-hal itu yang perlu diperhatikan. Karena masyarakat Sulawesi Utara tidak ada kelakuan seperti itu (siswa yang tikam gurunya hingga tewas),” sebutnya.

Baca juga: Siswa yang tikam gurunya, diancam pasal pembunuhan berencana

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sulut Richard Sulang yang juga dimintai tanggapan mengatakan, kasus tersebut sangat mengejutkan dan memprihatinkan.

Politisi PDI Perjuangan itu menyarankan, pemerintah perlu mengadakan razia di sekolah-sekolah setingkat SMA dan SMK, dan bila didapati senjata tajam (sajam) atau benda yang berbahaya perlu ditindak.

Lalu, kata mantan Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu, perlu kerjasama dengan pihak kepolisian untuk sama-sama menyosialisasikan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah, termasuk hukuman pidana yang dapat diganjar kepada yang melakukan hal tersebut.

“Solusi jangka panjang adalah dengan pendidikan budi pekerti digiatkan kembali di sekolah-sekolah, dimulai dari tingkat pendidikan formal paling rendah,” tukas Sualang. (K-02)

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia

KABAR SULUT

45 Legislator Sulut jaring aspirasi ke Dapil

Published

on

Sekretaris DPRD Sulut B Mononutu. (Foto: zonautara.com)

MANADO, ZONAUTARA.com Sebanyak 45 legislator menjalani masa istirahat bersidang, mulai Rabu (4/12/2019) hingga Kamis (12/12/2019) pekan depan. Mereka turun ke Daerah Pemilihan (dapil) masing-masing untuk menjaring aspirasi dari konstituen.

Sekretaris DPRD Sulut Bartolomeus Mononutu menyatakan, dalam menjalani masa reses, Anggota DPRD akan didampingi oleh staf Sekretariat DPRD. Mereka juga akan diberikan dana reses sebesar Rp45 juta per legislator. Namun untuk pengelolaan keuangan diberikan kepada staf dan bukan dipegang oleh Anggota DPRD.

“Aturan dan rincian penggunaan dana reses sudah kami serahkan ke staf dan juga kepada anggota dewan, agar dalam pemanfaatannya tidak salah karena berkaca dari reses-reses sebelumnya yang mendapatkan temuan dari BPK RI,” terang Mononutu, Rabu (4/12/2019).

Mononutu menyatakan, pihaknya dengan tegas memberikan peringatan kepada para staf pendamping untuk menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan.

“Saya terus mengingatkan hal ini agar tidak terjadi masalah-masalah yang dulu pernah terjadi,” tukas Mononutu, yang Kamis (5/12/2019) hari ini akan selesai menjalankan tugasnya sebagai Sekretaris DPRD karena memasuki masa pensiun.

Seperti diketahui, Mononutu akan digantikan oleh Glady Kawatu dan akan di-sertijab hari ini. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com