Connect with us

KABAR SULUT

DPRD Sulut pertanyakan nasib penerbangan Manado-Naha

Sebelumnya maskapai Wings Air menghentikan penerbangan Manado ke Sangihe dan Talaud dengan alasan mahalnya biaya bahan bakar.

Bagikan !

Published

on

MANADO, ZONAUTARA.com Pernyataan Kepala Dinas Perhubungan Lynda Watania, bahwa rute penerbangan Manado-Naha di Sangihe dan rute Manado-Melonguane di Talaud, mulai 27 Oktober 2019 sampai 2020 Maret akan aktif kembali, dipertanyakan oleh dua fraksi di DPRD Sulut.

Salah satunya adalah Fraksi Partai Golkar, yang mempertanyakan nasib penerbangan tersebut hingga kondisi bandara Naha yang tidak digunakan lagi.

“Bagaimana dengan bandara Naha yang tidak digunakan. Ini aset daerah. Sampai saat ini belum ada kejelasan,” kata Wakil Ketua DPRD dari Partai Golkar, James Arthur Kojongian, Senin (28/10/2019).

Hal yang sama juga dipertanyakan legislator Golkar daerah pemilihan Nusa Utara, Winsulangi Salindeho.

“Ini sudah akhir bulan Oktober tapi sampai sekarang belum juga dibuka kembali. Kami sangat berharap agar penerbangan Manado ke daerah Utara bisa dibuka karena masyarakat sangat membutuhkannya. Apalagi program presiden membangun dari pinggiran dan daerah perbatasan, hal ini harus diperhatikan secara serius,” ungkapnya.

Selain itu, mantan Bupati Sangihe itu mengharapkan agar peran Pemkab yang ada di kepulauan bersinergi dengan Pemprov Sulut.

Senada disampaikan legislator Nusa Utara lainnya, Sherly Tjanggulung. Politisi Partai Nasdem ini, mengatakan penerbangan Manado-Naha dan Melonguane sangat penting dan strategis.

“Ingat, penerbangan dari Manado ke Naha dan Melonguane sangat penting dan masyarakat sangat membutuhkannya. Tentu kami berharap agar hal ini bisa diprioritaskan,” ucap anggota Komisi III bidang Pembangunan itu, sembari menambahkan akan mempertanyakan langsung kepada Kadis Perhubungan.

Di tempat terpisah, Kadis Perhubungan Sulut Lynda Watania saat dikonfirmasi mengatakan telah menghubungi maskapai penerbangan dan mereka masih menunggu izin dari Kementrian.

“Sampai saat ini masih tunggu izin dari kementrian,” ucap Watania.

Diketahui, Kepala Dinas Perhubungan, Lynda Watania yang melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi III di awal bulan Oktober lalu, mengatakan pihak maskapai Wings Air telah bersedia membuka kembali penerbangan yang akan dimulai 27 Oktober 2019 hingga bulan Maret 2020 mendatang. Namun hingga Senin (28/10/2019), pernyataan Lynda belum juga terwujud. (K-02)

Editor : Christo Senduk

Bagikan !
Beri Donasi

Zona Bolmong Raya

Peta sebaran kasus Covid-19 di Kotamobagu

3 orang PDP dan 62 orang ODP.

Bagikan !

Published

on

KOTAMOBAGU, ZONAUTARA.COM –Jumlah warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kotamobagu terus bertambah

Namun hingga Rabu (25/3/2020) belum pasien yang dinyatakan terkonfirmasi positif terjangkit virus corona.

Menurut keterangan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu dr Sandra Pontoh, pasien yang berstatus PDP ada sebanyak tiga orang dan ODP sebanyak 62 orang

“Sebarannya hampir di semua desa dan kelurahan yang ada di Kotamobagu,” jelas Pontoh, Rabu (25/3).

Pontoh berharap masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya untuk tetap berada di rumah dan selalu mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak dengan orang lain

Berikut peta dan daftar jumlah pasien berstatus ODP dan PDP sesuai sebaran wilayah:

Molinow, PDP 1, ODP 1
Motoboi Kecil, PDP 1, ODP 1
Kelurahan Kotamobagu, OPD 9, PDP 1
Kopandakan satu, ODP 4
Poyowa Kecil, ODP 2
Mongkonai Barat, ODP 2
Matali, ODP 3
Pobundayan, ODP 4
Poyowa Besar, ODP 3
Kobo Kecil, ODP 1
Motoboi Besar, ODP 2
Tumubui, ODP 2
Sinindian, ODP 3
Moyag, ODP 1
Kotabangun, ODP 4
Mogolaing, ODP 8
Gogagoman, ODP 3
Biga, ODP 1
Gengulang, ODP 1
Pontodon Induk, ODP 4
Bilalang, ODP 2

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com