Connect with us

Ekonomi dan Bisnis

Presiden minta 5 Bali baru selesai akhir 2020, termasuk Likupang

Kementerian PUPR akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp 10 triliun

Bagikan !

Published

on

Pesisir wilayah Likupang, Minahasa Utara. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

ZONAUTARA.com – Presiden Joko Widodo meminta agar pembangunan dan pengembangan pariwisata di lima destinasi wisata super prioritas, yang disiapkan menjadi “Bali Baru” selesai seluruhnya pada akhir 2020.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas kabinet membahas penyampaian program dan kegiatan di bidang kemaritiman dan investasi di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Jokowi meminta akhir tahun depan, seluruh penunjang di “Bali Baru” sudah beres, yang meliputi infrastruktur konektivitasnya, hingga kegiatan di destinasi wisata itu.

“Akhir 2020 rampung semua, airport rampung, jalan rampung, pelabuhan rampung, calender of event rampung,”kata Jokowi.

Baca juga: Ini sebagian wisata di destinasi Likupang

Presiden juga menginginkan produk dan pariwisata berbasis kerakyatan difokuskan di lima Bali Baru itu.

“Perbaikan produk berbasis rakyat, pariwisata berbasis rakyat tetap di lokasi-lokasi yang sudah sering saya sebutkan, Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, Manado (Likupang), konsentrasi di situ,” sebut Presiden.

Anggaran 10 triliun

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan menyediakan anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk pengembangan destinasi wisata Bali Baru.

“Kita operasikan 2020. Dari kami Rp 7,8 triliun, beliau (Kementerian Perhubungan) Rp 2,8 trilun. Direct APBN ini harus dimanfaatkan BUMN dan pariwisata agar dilaksanakan,” kata Basuki di kantornya usai menggelar rakor, Jakarta, Sabtu (26/10) akhir pekan lalu.

Basuki menambahkan bahwa kementeriannya akan terus berkoordinasi dengan kementerian lainnya untuk mencapai target pengembangan destinasi super prioritas tersebut.

KEK Likupang

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata Likupang di Minahasa Utara yang masuk dalam 5 destinasi super prioritas Bali Baru diharapkan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 65 orang.

Di kawasan ini nantinya akan dibangun resort, akomodasi wisata, fasilitas entertaintment, dan fasilitas MICE. Di luar area akan dikembangkan pula Wallace Conservation Center dan Yacht Marina.

Baca juga: Geliat KEK Likupang kala jadi destinasi super prioritas

Pada 2025, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulut sebesar 1 juta kunjungan. KEK Likupang diprediksi mampu memberi kontribusi sebesar 16 persen dari target itu.

KEK Likupang yang dapat ditempuh dengan kendaraan dari Manado sekitar 1 jam 30 menit itu berada di Tanjung Pulisan, Likupang.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ekonomi dan Bisnis

Indonesia akan bangun transportasi tanpa sopir

Targetnya pada 2021 ujicoba sudah berjalan.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi mobil tanpa sopir. (Foto: gsa.europe.eu)

ZONAUTARA.com – Indonesia akan membangun sistem transportasi tanpa sopir atau autonomous vehicle, dan transportasi tenaga listrik (electrical vehicle). Targetnya pada akhir 2021 sistem transportasi itu sudah berjalan diujicoba.

Hal itu ditegaskan oleh Menteri Budi Karya Sumadi menanggapi keinginan Presiden Joko Widodo. Kepala Negara sebelumnya menyatakan ingin sistem transportasi massal dan pribadi di ibu kota negara baru yang berlokasi di Kalimantan Timur hanya menggunakan electrical vehicle dan autonomous vehicle. Tujuannya, agar sistem transportasi Indonesia lebih modern, lebih murah, cepat, dan bebas macet.

“Kami ingin menjadi contoh dan magnet baru bagi kota di Indonesia, maka perlu transportasi yang ideal dan akan kami lakukan secara bertahap berupa electrical dan autonomous. Mungkin akan dimulai di akhir 2021,” ujar Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (16/1).

Budi Karya menjelaskan proses pembangunan proyek uji coba akan dimulai melalui kajian penerapan sistem transportasi di berbagai negara. Pasalnya, Indonesia terbilang baru pada sistem ini.

Saat ini, Indonesia memang sudah berorientasi pada mobil listrik, namun juga masih pada tahap uji coba. Sementara di transportasi massal, pemerintah sebenarnya sudah menjajal sistem serupa di Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI dan kereta bandara, namun dasar hukum dan penerapannya masih menggunakan supir.

Bila kajian sudah cukup matang, sambung Budi Karya, pemerintah akan mencari rekan kerja sama melalui proses penawaran proyek alias tender. Utamanya, pemerintah akan menawari penggarapan proyek sistem transportasi ini kepada pihak-pihak yang sudah berpengalaman menggarapnya.

“Kami akan melelang bagi pihak yang bisa menjadi partner, mereka yang mempunyai teknologi. Karena setelah kami melelang, dia akan merekomendasikan kepada kami teknologi, sarana, prasarana itu diberikan oleh konsultan, dan kami harus hati-hati melakukan itu,” tuturnya.

Setelah itu baru proses pembangunan proyek uji coba dilakukan. Rencananya, kata Budi Karya, pemerintah ingin memulai uji coba pada sistem transportasi bus listrik.

“Kami coba pertama kali adalah angkutan listrik atau trem di beberapa kota dengan listrik di atasnya, (namanya) troly bus di Eropa. Kami lihat apa kelebihan dan kekurangannya, tapi sementara pakai pengemudi, kalau sudah merasa baik, kami tingkatkan ke autonomous,” jelasnya.

Uji coba akan dilangsungkan di Puncak, Bogor, Jawa Barat atau Kuta, Bali dengan ketentuan masa tunggu setiap 10 menit dan berhenti setiap 5 kilometer (km). Budi mengatakan dua lokasi itu jadi pertimbangan karena cukup padat, apalagi ketika masa libur tiba.

“Setelah itu (di Kuta), kami beranjak dengan rute Kuta-Buleleng, bikin 80 km. Kami bikin jalur khusus dan kami mau bikin dari troly bus jadi (bus) gandeng dua sampai tiga, sehingga dedicated,” terangnya.

Dari sisi pengerjaan, Budi Karya estimasi proyek uji coba akan rampung dalam waktu dua tahun, sehingga bila dimulai pada akhir 2021, maka selesai pada 2023. Setelah itu, pada 2024, bisa digunakan secara komersil.

Sementara dari sisi kebutuhan dana, mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) itu memperkirakan setidaknya butuh Rp5 triliun untuk membangun proyek uji coba. Kendati begitu, ia mengaku belum mengantongi calon sumber pendanaan proyek, meski sempat beredar kabar bahwa Softbank, perusahaan telekomunikasi dan media asal Jepang tertarik menggarap proyek tersebut.

“Belum, saya tidak tahu, tapi yang mau itu banyak, dari dalam negeri dan luar negeri,” imbuhnya.

Selanjutnya, bila proyek uji coba selesai, maka pemerintah akan menerapkan uji coba tahap dua di kawasan ibu kota negara baru. Rencananya, uji coba sistem transportasi listrik dan tanpa supir akan dilakukan di jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan kawasan ibu kota baru yang terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kecamatan Sepaku Semoi, Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur.

“Tahap awal menggunakan jalan tol atau jalan bypass yang dibangun dari Balikpapan ke ibu kota baru, sehingga tidak mahal. Yang pertama kali bus, tapi nanti lanjut ke train (kereta), jadi kami tingkatkan,” pungkasnya.

| CNN Indonesia

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com