Connect with us

Lingkungan dan Konservasi

Kayu sitaan Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi diserahkan ke lembaga sosial

Ada sebanyak 12 kubik kayu disita dari kawasan hutan produksi Inobonto, Poigar.

Bagikan !

Published

on

Foto: GAKKUM LHK Wil. Sulawesi

ZONAUTARA.com – Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (GAKKUM LHK) Wilayah Sulawesi menyerahkan kayu temuan kepada sejumlah lembaga sosial.

Kayu temuan itu merupakan sitaan yang diamankan oleh Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) GAKKUM LHK Wilayah Sulawesi dari kawasan hutan produksi Inobonto, Poigar.

Ada sebanyak 12 kubik yang diserahkan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Sitti Khadijah Manado, GMIM Jemaat Hermon Kulu Minahasa Utara, Badan Takmirul Masjid Al Mubarokah Manado dan GMIM Jemaat Samaria Pakowa Manado.

Kepala Balai GAKKUM LHK Wilayah Sulawesi, Dodi Kurniawan mengatakan bahwa penyerahan kayu temuan itu mengacu pada ketentuan pasal 43 huruf d Undang-undang nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan pengurusakan hutan.

Penyerahan itu juga didasarkan pada Peraturan Menteri LHK nomor P.25/Menlhk/Setjen/JKum.1/4/2017 tentang penanganan barang bukti tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan.

“Sebelumnya kayu sitaan itu sudah mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri Manado untuk pemanfaatan sosial,” jelas Dodi, Jumat (8/11/2019).

Kepala Seksi Wilayah III Manado, Balai GAKKUM LHK Wilayah Sulawesi, Wiliam Tengker mengatakan bahwa sebelum diserahkan ke lembaga sosial, kayu temuan tersebut telah melalui penilaian tim verfiikasi.

“Kami masih melakukan pengumpulan bahan dan keterangan terhadap kasus kayu ini. Sebagian dari kayu temuan itu disisihkan sebanyak sepuluh penggal sebagai barang bukti pengembangan kasus,” ujar Wiliam.

Ketua Jemaat GMIM Samaria Pakowoa, Pendeta Walingkas Wagey, salah satu penerima kayu mengungkapkan terima kasihnya karena Balai GAKKUM LHK Wilayah Sulawesi bisa membantu jemaat mereka yang sedang membangun.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Lingkungan dan Konservasi

Tiga merk global jadi pencemar plastik terburuk, Coca-Cola nomor satu

Netsle dan PepsiCo berada di urutan setelahnya.

Bagikan !

Published

on

Foto: Break Free From Plastic

ZONAUTARA.com – Tiga merek global yakni Coca-Cola, Nestle dan PepsiCo menjadi merek terburuk untuk polusi plastik tahun ini. Posisi ketiganya tak berubah dari tahun lalu.

Sebuah laporan dari Break Free From Plastic yang berjudul, “BRANDED Volume II: Identifying the World’s Top Corporate Plastic Polluters” menyebutkan bahwa Coca-Cola adalah perusahaan yang memberikan kontribusi terburuk dalam polusi plastik.

Pada bulan September, organisasi ini melakukan 484 pembersihan pantai di lebih dari 50 negara dan mendata merek apa saja yang ditemukan pada sampah plastik.

Sebanyak 11.732 potong plastik yang dikumpulkan selama pembersihan itu berasal dari produk Coca-Cola. Bahkan jumlah sampah plastik dari Coca-Cola melebih jumlah gabungan dari tiga merek dibawahnya.

Perusahaan lain yang masuk 10 besar pencemar adalah Mondelēz International, Unilever, Mars, P&G, Colgate-Palmolive, Phillip Morris, dan Perfetti Van Melle.

#breakfreefromplastic

Koordinator global di Break Free From Plastic Von Hernandez mengatakan, laporan ini memberikan lebih banyak bukti bahwa perusahaan sangat perlu melakukan lebih banyak aksi untuk mengatasi krisis polusi plastik yang mereka buat.

“Ketergantungan mereka yang berkelanjutan pada kemasan plastik sekali pakai diterjemahkan untuk memompa lebih banyak plastik yang dibuang ke lingkungan. Daur ulang tidak akan menyelesaikan masalah ini,” kata Von Hernandez.

Kepala kampanye plastik laut Greenpeace Inggris, Louise Edge, mengatakan bahwa merek-merek itu akan terus menjadi pencemar terburuk selama bertahun-tahun yang akan datang, kecuali mereka secara radikal mengubah kebijakan mereka.

“Perusahaan-perusahaan ini memiliki sumber daya untuk menghasilkan kemasan inovatif yang dapat digunakan kembali dan diisi ulang. Tetapi sebaliknya mereka fokus pada daur ulang atau bertukar dari satu kemasan sekali pakai ke yang lain. Kami mendesak pencemar plastik ini untuk fokus beralih ke kemasan yang dapat digunakan kembali dan diisi ulang sekarang,” kata Edge.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Hosting Unlimited Indonesia
Continue Reading
Advertisement

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com