Connect with us

PENDIDIKAN

Di Hari Guru, para siswa ungkapkan rasa hormat dengan bunga

Para guru layak diapresiasi dengan luar biasa.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Guru di SMK Negeri 4 Manado, Senin (25/11/2019). Usai upacara bendera dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional, para siswa mengungkapkan rasa hormat bagi guru mereka dengan membagikan bunga putih.

Say respect with flower. Para guru layak diapresiasi dengan luar biasa,” kata Noviani Lumintang, Ketua OSIS SMK Negeri 4 Manado.

Menurutnya, bunga putih adalah simbol yang tepat untuk mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih siswa bagi mereka yang telah mendidik dengan luar biasa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 4 Manado Paulus Steven Tuwo yang menjadi inspirator ide unik tersebut, mengatakan bahwa bukan hanya say respect with flower saja yang meramaikan perayaan Hari Guru, namun ada juga pelepasan balon ke udara dan Carvanal Fashion Show.

zonautara.com
Carvanal Fashion Show turut meramaikan perayaan Hari Guru di SMK Negeri 4 Manado.(Image: zonautara.com/Rahadih Gedoan)

“Ini adalah gagasan surprise yang dipersembahkan secara khusus bagi seluruh guru di sekolah kami dan secara umum bagi semua guru di Indonesia. Melalui kesempatan ini, para siswa diajarkan cara menghormati guru dengan cara yang lebih kreatif dan inovatif,” kata Paulus.

Sudah tugasnya, imbuh Paulus, untuk mengarahkan sekaligus membuat para siswa lebih dekat secara emosional. Bunga adalah bahasa simbolik yang tepat, membuat jarak antara guru dengan siswa yang terlalu jauh dapat terminimalisir.

“Untuk memajukan dunia pendidikan, komunikasi verbal dan komunikasi simbolik di antara guru dan siswa menjadi hal yang sangat penting diperhatikan. Kegagalan komunikasi bisa mengakibatkan kesenjangan, yang berujung pada tindakan negatif,” jelasnya.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PENDIDIKAN

Sekolah disegel, anak-anak SDN 1 Sangkub Dua Bolmut terlantar

Sebuah musibah pendidikan pada momentum Hari Guru Nasional

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

BOROKO, ZONAUTARA.com – Para siswa SDN 1 Sangkub Dua, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Senin (25/11/2019), harus terlantar di luar pagar sekolah. Pada momentum Hari Guru Nasional, mereka tak bisa masuk karena di gapura sekolah ada tulisan LAHAN INI DISEGEL yang dipasang ahli waris pemilik lahan.

Penyegelan terjadi bertepatan pelaksanaan upacara peringatan Hari Guru Nasional di Kecamatan Sangkub yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena.

Seorang sumber yang enggan namanya dipublikasikan, menyebutkan bahwa penyegelan terjadi sebelum upacara Hari Guru Nasional. Waktu lalu sempat dilakukan penyegelan serupa namun dibuka lagi. Sekarang kejadian yang sama terjadi lagi.

“Sekarang ada beda sedikit karena sudah digantung pemberitahuan dari pihak pemilik lahan,” ujarnya.

Menurut sumber ini, aktivitas belajar-mengajar sekolah usai penyegelan diarahkan ke balai desa.

Persoalan tanah SDN 1 Sangkub dua, Kecamatan Sangkub, sepertinya masih menunggu hasil tim appraisal atau pihak yang berwewenang menaksir nilai properti. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmut berupaya membayar lahan tersebut.

Kepala Bagian Umum Pemkab Bolmut Habibie Alamri sebelumnya mengatakan, proses pembayaran lahan yang kini ditempati sekarang masih dalam kajian tim appraisal.

“Tim appraisal itu dari Jakarta, tapi cabangnya di Manado. Yang dinilai hanya tanahnya saja. Kalau bangunan milik Pemkab. Jadi, tinggal menunggu hasil dari tim tersebut. Kita akan bayar setelah ada hasil,” ujar Alamri.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Daerah Bolmut Asripan Nani. Menurutnya, pihak Pemkab Bolmut sudah meminta tim appraisal untuk menaksir nilai tanah.

“Hasil penilaian itulah yang akan diupayakan Pemda untuk diselesaikan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dirangkum, tanah di mana SDN 1 Sangkub Dua berdiri merupakan tanah yang dihibahkan sekitar tahun 1970 untuk pembangunan sekolah. Hibah tersebut sebelum Kabupaten Bolmut mekar dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Tanah tersebut memiliki luas sekitar satu hektar.

Dalam perkembangannya status kepemilikan tanah telah melalui proses hukum hingga Mahkamah Agung (MA) dan telah dimenangkan oleh pihak penggugat sebagai ahli waris. Pemkab Bolmut bersedia membayar lahan tersebut hanya saja harga yang dimintakan pihak ahli waris terlalu tinggi.

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com