ZONAUTARA.com – Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, menegaskan tidak benar bahwa ia akan mengundurkan diri di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang mencapai Rp18.000 per Dolar AS. Pernyataan ini disampaikannya pada Kamis (4/6) di Jakarta, merespons spekulasi publik mengenai posisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
Purbaya resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Sebelumnya, ia dikenal sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dengan keahliannya di bidang makroekonomi dan kebijakan moneter.
Menanggapi rumor yang beredar, Purbaya menyatakan, “Tidak benar,” ketika dikonfirmasi mengenai isu pengunduran dirinya. Di saat yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga membantah adanya rencana reshuffle kabinet, menekankan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat sinergi antara lembaga keuangan.
Prasetyo Hadi menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di bawah Kemenko Perekonomian. “Tidak ada rencana pergantian. Justru yang sekarang kita perlukan adalah saling koordinasi yang keras dan intens,” tegasnya.
Purbaya memperhatikan tantangan mengelola dampak volatilitas mata uang terhadap APBN dan daya beli masyarakat. Pelemahan rupiah ini juga berdampak pada sektor industri, termasuk perajin tahu di Cianjur yang harus berhenti berproduksi akibat lonjakan harga kedelai impor.
Diolah dari laporan Media Indonesia.

