Connect with us

PENDIDIKAN

Mendikbud: Tugas anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit

Besok, di manapun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit. Anda ditugasi untuk membentuk masa depan bangsa, tetapi lebih sering diberi aturan dibandingkan dengan pertolongan.

Demikian pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional Nadiem Anwar Makarim, Senin (25/11/2019). Menurutnya, guru ingin membantu murid yang mengalami ketertinggan di kelas, tetapi waktu habis mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas.

“Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan. Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk beajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan,” kata Nadiem.

Dikatakan Mendikbud, perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan nberakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama. Besok, di manapun anda berada, lakukan perubahan kecil di kelas anda.

“Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar; berikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas; cetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas; temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri; dan tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PENDIDIKAN

UN 2020 SD, SMP dan SMA sepakat ditiadakan

Disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa salah satunya dengan nilai kumulatif dalam raport.

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com -Ujian Nasional untuk jenjang UN 2020 SD, SMP dan SMA sepakat ditiadakan. Hal tersebut disepakati dalam rapat bersama melalui video conference antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Komisi X DPR RI, Senin (23/3/2020) malam.

Rapat tersebut membahas berbagai persoalan pendidikan di ujung masa akhir tahun pelajaran di tengah ancaman pandemi Corona (Covid-19). Hasil kesepakatan rapat video conference ini adalah Kemendikbud dan Komisi X DPR di antaranya meniadakan UN 2020, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda kemudian mengungkapkan hal ini melalui akun Twitter-nya @SyaifulHooda.

zonautara.com
Kicauan Syaiful Huda di akun Tweter-nya.(Image: screen captured)

Dalam siaran pers, Syaiful mengatakan bahwa saat ini tengah dikaji berbagai opsi ujian bagi siswa sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kelulusan siswa, termasuk menggunakan nilai raport.

“Dari rapat konsultasi via daring (dalam jaringan atau online) antara anggota Komisi X dan Mendikbud Nadiem Makarim maka disiapkan berbagai opsi untuk menentukan metode kelulusan siswa salah satunya dengan nilai kumulatif dalam raport,” kata Syaiful.

Ketua Komisi X DPR RI memang mendesak pemerintah untuk menghapus pelaksanaan UN di tahun 2020 ini. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi peserta didik akibat penyebaran Virus Corona yang kian masif.

“Kami mendesak agar pemerintah menghapus pelaksanaan UN tahun ini karena wabah Corona yang kian meluas. Ada ratusan ribu hingga jutaan siswa yang terancam terpapar virus ini jika kita memaksakan agar pelaksanaan UN tetap dilakukan,” kata Ketua Komisi X DPR RI.

Bagikan !
Continue Reading
Klik untuk melihat visualisasinya

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com