Apa itu Asesmen Kompetensi Minimun dan Survei Karakter yang jadi pengganti Ujian Nasional?

1 min read
zonautara.com
Salah satu kondisi sekolah di Kabupatenb Talaud beberapa tahun lalu. (Foto: zonautara.com/Ronny Adolof Buol)

ZONAUTARA.com – Mulai tahun 2021 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim akan mengganti Ujian Nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter (SK).

Hal tersebut diumumkan Nadiem saat Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Efendi serta Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, AKM itu terdiri dari ujian kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi) dan kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi) yang digelar pada jenjang tengah yakni kelas 4,8, dan 11.

“Jadi kita kembalikan ke asalnya adalah untuk penilaian sekolah penilaian sistem pendidikan. Itu makanya dilakukan di tengah jenjang dan alasan keduanya adalah agar itu memberikan waktu utk sekolah itu dan guru-gurunya itu melakukan perbaikan,” jelas Nadiem.

Sedangkan survei karakter, imbuhnya, ditujukan untuk mengukur dan mengetahui karakter pribadi dan wawasan kebangsaan dari siswa.

“Pertanyaan yang personal saja mengenai apa opininya, mengenai topik-topik gotong-royong. Bhineka Tunggal Ika, tapi bukan gotong royong, bhineka tunggal ika yang ditanya tapi esensinya, behaviournya. Pengertian asas pancasila, jadi tidak ditanya tentang sila,” ujarnya.

Bagikan !

Latest from Blog

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com