Connect with us

Serba Serbi

Usai diserang Iran, Trump malah bilang, “All is well”

Sejauh ini baik-baik saja, kata Trump

Bagikan !

Published

on

zonautara.com

ZONAUTARA.com – Usai pangkalan militer Amerika Serikat (AS) dibombardir Iran, Presiden Donald Trump malah mengatakan semuanya dalam keadaan baik-baik saja.

Melalui akun Twitter resminya @realdonaldtrump, Trump mengklaim bahwa kekuatan militer AS adalah yang terbaik di dunia. Hal tersebut disampaikannya sesaat setelah roket dan rudal menghujani pangkalan militer AS di Irak.

zonautara.com
Kicauan Donald Trump

“All is well! Rudal diluncurkan dari Iran di dua pangkalan militer yang berlokasi di Irak. Penilaian korban dan kerusakan yang dilakukan sekarang. Sejauh ini baik-baik saja !” kata Trump seperti yang dilansir The Independent, Rabu (08/01/2020) pagi.

zonautara.com
Sebuah ledakan terlihat selama serangan rudal oleh Iran di pangkalan AS

Walaupun pemerintah AS sedang melakukan penghitungan atas kerugian dan korban yang ditimbulkan dari serangan pada Rabu pagi itu, Trump bersikeras bila serangan tersebut tidak berdampak besar. Ia menyebut bila AS memiliki kekuatan militer terkuat di seluruh dunia.

Iran telah meluncurkan puluhan rudal ke pangkalan militer AS yang berada di Irak. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas kematian Qassem Soleimani, jenderal Iran, dalam sebuah serangan pesawat tak berawak AS pada 3 Januari 2020.

Roket-roket tersebut ditujukan ke pangkalan udara Ain al-Asad di barat Baghdad dan juga pangkalan militer lain di Erbil, Kurdistan.

Bagikan !
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Serba Serbi

Pemulung ini temukan batu senilai Rp 9,1 miliar

Batu yang ditemukannya itu adalah muntahan ikan paus yang bernilai mahal.

Bagikan !

Published

on

Surachit Songzhu menemukan ambergris atau muntahan ikan paus (viral press via The Sun)

ZONAUTARA.com – Seorang pemulung menemukan batu yang jika ditaksir dengan harga termahal bisa mencapai Rp 9,1 miliar. Batu yang ditemukannya itu bukan batu sembarangan, melainkan ambergris atau yang biasa dikenal sebagai muntahan ikan paus.

Benda itu ditemukan oleh Surachet Songzhu, seorang pemulung saat mencari sampah di pinggir pantai Songkhla, Thailand, sebagaimana yang diberitakan The Sun pada Rabu (18/12/2019).

Benda yang mirip bongkahan batu yang ditemukan Surachit diyakininya tak sekedar batu biasa. Dia lalu membawanya ke rumah dan mengajak teman-temannya melakukan tes sederhana.

Dengan korek api, Surachet mencoba melelehkan batu yang ditemukannya itu. Ambergris yang ditemukannya dengan cepat meleleh dan mengeluarkan aroma khas parfum yang menyenangkan.

Percobaan ini membuktikan bahwa benda tersebut adalah ambergris, atau yang juga dikenal sebagai emas mengambang.

Berdasarkan harga jualnya, ambergris kualitas terbaik dapat dijual dengan harga termahal £14.500 atau setara Rp 266 juta per ponnya.

Dengan demikian, Surachet akan memperoleh maksimal sekitar £ 530.000 (Rp 9,1 miliar) jika ternyata itu benar ambergris dengan berat sekitar 17 kg.

Surachet bisa mendadak kaya raya dengan uang sebanyak itu. Pasalnya, upah tahunan rata-rata di Thailand hanya sekitar Rp 110 juta.

Saat ini, Surachet sedang menunggu pakar pemerintah untuk memeriksa temuannya.

“Saya melihat bongkahan itu terdampar di pantai ketika saya sedang memulung. Aku pikir itu tampak seperti muntahan ikan paus, tetapi aku butuh seseorang yang tahu tentang hal itu untuk memeriksanya,” kata Surachet.

Ini adalah kedua kalinya dalam seminggu penduduk setempat menemukan bongkahan yang terlihat seperti ambergris di wilayah tersebut setelah bongkahan dua pon ditemukan pada hari Jumat yang lalu.

Pada bulan Oktober, seorang nelayan bernama Jumrus Thiachot (55) menemukan potongan ambergris seberat 14 pon saat berjalan di sepanjang pantai di Koh Samui, Thailand Selatan.

Ambergris adalah zat padat yang mudah terbakar, biasanya berwarna abu-abu atau hitam, diproduksi dalam sistem disgestive paus sperma. Benda ini sering ditemukan mengambang di laut atau hanyut di pantai setelah teroksidasi, menjadi keras.

Merek parfum terkenal seperti Chanel telah berabad-abad menggunakan ambergris untuk membuat wewangian bertahan dan membantu mereka mengikat kulit.

Editor: Ronny A. Buol

Bagikan !
Continue Reading
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com