Connect with us

HEADLINE

WNI dari Wuhan mulai dievakuasi, virus corona menyebar cepat

304 tewas, 14 ribu terinfeksi, 140 kasus terkonfirmasi di 20 negara.

Bagikan !

Published

on

Ilustrasi (Pixabay.com)

ZONAUTARA.com – Ratusan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China mulai dievakuasi kembali ke Indonesia. Minggu (2/2/2020) pagi ini sekitar 240 WNI dari Wuhan tiba di Bandara Hang Nadim Batam dengan pesawat Batik Air sekitar pukul 08.45 WITA.

Dikutip dari CNN Indonesia, pesawat itu direncanakan hanya transit untuk selanjut mengudara menuju ke Bandar Udara Raden Sadjad Natuna.

Natuna menjadi tempat karantina WNI sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing. Pemerintah Indonesia mengambil tindakan untuk mengevakuasi WNI yang berada di Wuhan dan wilayah lain di China yang beresiko tertular virus corona.

WNI di Natuna akan menjalani prosedur kekarantinaan. Seluruh penumpang dari China akan diperiksa suhu tubuhnya dan pemeriksaan kesehatan lainnya di dalam pesawat yang membawanya dari Wuhan.

Apabila dalam pemeriksaan itu ditemukan ada yang sakit dan menunjukkan gejala terkena virus corona, maka akan langsung diisolasi.

“Tindakan isolasi pemisahan,” kata Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny.

Pesawat dengan nomor penerbangan ID-6818 berangkat dari Indonesia dengan membawa 42 relawan yang bertugas memulangkan ratusan WNI dari lokasi karantina virus Corona di Provinsi Hubei, China.

Relawan ini berasal dari Kemenlu, Kemenkes, Anggota TNI dan kru pesawat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto menjelaskan, Batik Air yang merupakan bagian Lion Group adalah salah satu dari dua pesawat yang memiliki izin terbang direct flight dari Indonesia ke Wuhan.

Pesawat lainnya yakni Sriwijaya Air memang memiliki izin direct flight, hanya saja maskapai ini tak memiliki pesawat berkapasitas besar seperti milik Lion.

Presiden Direktur Lion Air Edward Sirait mengatakan pesawat Airbus A330-300 ini telah dilengkapi dengan Hepa Cabin Air Filter yang bisa menyaring udara dari kabin ke luar.

“Virus apapun termasuk Corona akan mati dengan sendirinya,” kata dia.

304 tewas, 14 ribu terinfeksi

Masih dari CNN Indonesia, dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China mencatat korban meninggal dunia akibat wabah virus corona telah mencapai 304 orang hingga hari ini, (Minggu, 2/2).

Mayoritas korban meninggal berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei yang merupakan pusat penyebaran virus ini.

Laporan terbaru menyebutkan virus corona menyebar dengan sangat cepat dan sekarang sudah tercatat sebanyak 14.380 kasus. Hingga kini belum ada korban meninggal di luar China.

Meski demikian, lebih dari 140 kasus terkonfirmasi dari 20 negara di luar China, termasuk Amerika, Eropa, Asia, Australia, dan Timur Tengah.

Beberapa kasus bahkan melibatkan orang yang tak datang dari China, mengindikasikan ada infeksi akibat kontak antar-manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun resmi menetapkan status gawat darurat akibat wabah virus corona dalam sebuah pertemuan di Jenewa, Kamis (30/1).

Beberapa negara juga mengimbau warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke China serta menangguhkan akses transportasi perjalanan ke Negeri Tirai Bambu.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !

HEADLINE

Sudah 2000 orang meninggal karena virus corona

Ada 1300 petugas medis yang terinfeksi, ratusan dalam kondisi kritis.

Bagikan !

Published

on

ZONAUTARA.COM– Wabah virus corona masih terus berlanjut. Hingga Rabu, 19 Februari 2020, pukul 09.00 WITA, website Coronavirus COVID-19 Global Cases menampilkan grafik yang terus meningkat.

Tercatat sudah ada 75.176 orang dari seluruh dunia yang terjangkit virus dengan nama resmi COVID-19 ini. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi meninggal dunia ada sebanyak 2.008 orang. Pasien yang sembuh juga terus meningkat, telah mencapai 14.417 orang.

China masih menjadi negara terbanyak korban virus corona. Di provinsi Hubei saja, ada 1.921 orang meninggal. Hubei merupakan wilayah pertama kali COVID-19 mewabah, tepatnya di Wuhan.

Dari 75 ribu lebih orang terjangkit itu, sebanyak 74.163 orang berada di daratan China. Sisanya tersebar di berbagai belahan dunia.

Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi ada tiga warga negara Indonesia (WNI) yang positif terjangkit. Ketiga orang ini merupakan bagian dari 78 kru WNI yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess, yang sebelumnya dikarantina.

1.300 petugas medis terinfeksi

Otoritas kesehatan China telah mengumumkan resiko yang diterima petugas medis yang bekerja menangani pasien virus corona. Ada sebanyak 1.303 petugas medis telah didiagnosa atau diduga menderita penyakit ini.

Salah satu petugas medis yang menjadi korban adalah Liu Zhiming. Dia adalah kepala Rumah Sakit Wuchang di Wuhan, pusat wabah di China Tengah. Liu meninggal pada usia 50 tahun.

Liu telah didiagnosa sejak akhir Januari dan berada dalam kondisi kritis selama berhari-hari. Kematian Liu merupakan kasus kedua setelah petugas medis sebelumnya seorang perawat Liu Fan berusia 59 tahun meninggal pada Jumat pekan lalu.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC), ada sebanyak 1.080 petugas medis dari 1.303 yang terinfeksi itu berada di Wuhan, dan 191 orang diantaranya berada dalam kondisi parah atau kritis.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com