Connect with us

Serba Serbi

Jangan lekas percaya postingan liburan di Instagram, Youtuber ini membuktikannya

Foto di lokasi wisata bisa dimanipulasi dengan mudah.

Bagikan !

Published

on

Instagram Natalia Taylor

ZONAUTARA.COM – Warganet sering dibuat iri dengan postingan influencer khususnya soal perjalanan wisata, yang memposting foto-foto di destinasi wisata.

Bisa jadi, foto itu tidak diambil di lokasi wisata yang sebenarnya, tetapi hanya merupakan rekayasa semata.

Natalia Taylor, seorang Youtuber yang punya 1.95 juta subscriber melakukan eksperimen untuk membuktikan bahwa tak semua foto influencer wisata benar-benar diambil di lokasi seperti yang mereka ceritakan.

Taylor yang juga punya punya 300 ribu follower di Instagram mampu mengecoh warganet dengan serangkaian foto liburan di Bali, yang sebenarnya tidak dipotret di Bali.

Taylor mengunggah melalui akun Instagramnya foto-foto yang membuat pengikutnya berdecak kagum dan dia menuai ribuan komentar.

View this post on Instagram

The queen has arrived 🌊💖 #bali

A post shared by Natalia Taylor (@natalia__taylor) on

Salah satu fotonya sedang menelepon seolah di lobby sebuah hotel, dan dibubuhi caption “The queen has arrived Bali”.

Postingan itu mendapat Like sebanyak 25 ribu kali dan lebih dari 1000 komentar.

Pada postingan berikutnya Taylor mengunggah foto dirinya sedang menikmati relaksasi dengan mandi di dalam bathtub dan menuliskan caption, “where should I travel to next? Comment below and maybe I will :)”

Postingan itu juga mendapat reaksi dari ribuan followernya di Instagaram.

Warganet tertipu, dan percaya bahwa Taylor memang sedang berlibur di Bali. Padahal dia melakukan pengambilan foto itu hanya di sebuah toko IKEA di kotanya.

Taylor kemudian mengupload eksperimen itu pada channel Youtubenya dan menyatakan bahwa dia sengaja membuat konten liburan itu, untuk menegaskan bahwa betapa mudahnya melakukan manipulasi pada foto perjalanan wisata.

Video yang diunggah oleh Taylor itu menjadi viral, dan hanya dalam seminggu telah ditonton lebih dari 1 juta kali.

Jadi, jangan terlalu cepat percaya jika temanmu atau siapa saja mengunggah foto-foto hasil perjalanan. Bisa jadi itu hanya manipulasi digital.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Serba Serbi

Berkelit ditengah isu corona, penjahit di Manado produksi masker sendiri

Dalam sehari para penjahit bisa memproduksi 300 lembar.

Bagikan !

Published

on

Penjahit di Manado sedang mengerjakan masker alternatif. (Foto: Zonautara.com/Ronny A. Buol)

MANADO, ZONAUTARA.COM – Para penjahit di Kota Manado memanfaatkan peluang ditengah langkanya ketersediaan masker, dengan memproduksi secara rumahan masker berbahan kain.

Ditemui di Shopping Center Manado, Pasar 45, puluhan penjahit terlihat sedang mengerjakan pembuatan masker.

“Ini sejak dari Jumat minggu lalu saya bikin. Soalnya yang datang menjahit sepi. Jadi kami produksi maskernya,” ujar Salim (30), salah satu penjahit, Rabu (25/3).

Salim mengaku dalam sehari dia bisa memproduksi sebanyak 300 lembar masker. Itu pun dia masih kewalahan dengan pesanan yang datang.

“Begitu selesai langsung habis, malah saya kewalahan” aku Salim.

Satu lusin masker dijual Salim seharga Rp 60 ribu. Para pengecer kemudian menjual kembali selembar masker seharga Rp 10.000.

Lian, penjahit lainnya mengatakan bahwa dirinya sengaja memproduksi masker karena melihat warga yang kesulitan mencari masker di apotek dan toko-toko.

“Awalnya ada yang datang tanya kalau bisa jahit masker. Lalu saya coba buat dalam jumlah banyak, ternyata laku. Jadi bikin sampai sekarang,” aku Lian.

Warga di Manado dan sekitarnya memang kesulitan mencari masker sejak isu corona mencuat. Apalagi dua pekan lalu, satu orang warga Manado dinyatakan positif terjangkit Covid-19. Sejak itu masker menjadi barang langka.

Koordinator Lapangan Toko Alat Kesehatan Dunia Medika, Nixon Walukouw menjelaskan bahwa permintaan masker dari warga sangat tinggi.

“Kami harus membatasi pembelian per orang. Hanya bisa beli dua sachet per orang. Itupun stok per hari sangat terbatas,” jelas Nixon.

Warga yang mengantri di Dunia Medika membayar Rp 15 ribu untuk satu sachet masker yang berisi tiga lembar. Warga juga memburu alkohol, sarung tangan dan termometer.

Maida, warga Tomohon yang harus turun ke Manado mencari masker dan alkohol mengaku mencari kedua barang tersebut sebagai upaya pencegahan penularan corona.

2 pasien positif

Hingga saat ini, di Kota Manado sendiri sudah ada dua pasien positif terjangkit corona. Kedua pasien tersebut sudah diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat Prof Kandou Manado.

“Iya, yang pasien kedua sudah dibawa ke RSUP Kandou untuk diisolasi,” jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr. Steaven Dandel.

Menurut Dandel, pasien kedua yang hasil laboratoriumnya positif dan diumumkan Selasa kemarin itu, sebelumnya tidak menunjukkan gejala corona.

“Dia ada orang dengan kontak resiko tinggi dengan pasien pertama yang dinyatakan positif,” kata Dandel.

Adanya dua pasien yang sudah positif di Manado ini memicu kekhawatiran warga Manado bahkan Sulawesi Utara terhadap penyebaran wabah virus corona.

“Tentu kami sangat khawatir, karena Manado sudah menjadi salah satu wilayah penyebaran corona,” kata Jane, warga Manado.

Editor: Ronny Adolof Buol

Bagikan !
Beri Donasi
Continue Reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com